Kemenhub Masih Belum Berikan Sinyal

Inspeksi Mendadak

Inspeksi Mendadak

Surabaya – Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklaim sudah mengantongi semua persyaratan bagi berjalannya proyek trem.

Namun hal tersebut tidak lantas proyek tersebut bisa dikerjakan. Pasalnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru akan mengkaji layak tidaknya proyek itu diterapkan di kota sepadat Surabaya.

Bambang Susantono Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) mengakui, Surabaya memiliki banyak sekali proyek transportasi yang berbasis kereta api. Bahkan, proyek-proyek ini bisa disebut paling lengkap dibanding kota-kota yang lain di Indonesia.

“Namun, semuanya perlu perencanaan yang matang, termasuk proyek trem, sehingga dalam pelaksanaannya nanti tidak perlu memakan waktu yang lama,” terangnya.

Bambang menambahkan, terkait proyek trem, sudah adanya pembicaraan dengan Tri Rismaharini Walikota Surabaya. Namun begitu, pihaknya masih akan mengkaji perencanaan proyek ini, apakah layak dan mampu dikerjakan dalam waktu dua tahun.

“Kami akan lihat semua, baik dari sisi perizinannya maupun persyaratan-persyaratan lainnya, misalnya harus ada Detail Engineering Design (DED), tapi yang pasti, kami ingin moda trem ini terpadu dengan moda transportasi yang lain,” tandasnya.

Risma menuturkan, sesuai dengan rencana awal, pada tahun 2015 proyek trem sudah bisa dikerjakan. Pemkot sendiri sudah bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai pelaksana proyek ini. PT KAI sendiri untuk tahap awal berencana mengucurkan dana sebesar Rp125 miliar.

Bahkan, Pemrntah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT KAI sudah menghitung bahwa, tarif untuk naik trem antara Rp (rupiah) 9 ribu hingga Rp 10 ribu setiap orang.

Namun, pengguna hanya dikenakan biaya Rp 3 ribu. Dalam hal ini akan ada subsidi sebesar Rp 7 ribu dengan rincian Rp 4 ribu dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Rp 2 ribu diambil dari perolehan iklan.