Keluhkan Rumitnya Pengurusan Adminitrasi

Akta Kependudukan

Akta Kependudukan

Surabaya – Inovasi yang dilakukan Surabaya guna memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti halnya untuk pengurusan perijinan yang menggunakan akses elektronik.

Nyatanya fakta dilapangan justru sebaliknya, yang disampaikan oleh beberapa pengurus kampung yang mengatakan tidak update daftar kependudukan ditiap wilayah Surabaya, seperti yang diutarakan Priyanto Ketua Rukun Tetangga (RT) 06 Kelurahan (Kel) Babatan, Kecamatan (Kec) Karang Pilang.

“Kalau penduduk musiman kami masih bisa memantaunya, justru yang sulit itu penduduk asli,” tambahnya. “Kalau bisa disediakan secara online, sehingga sewaktu-waktu kalau kita butuh langsung bisa melihatnya,” ungkapnya.

Prayit Lurah Babatan menyesalkan lamanya proses administrasi ketika warga membutuhkan akta ataupun Kartu Tanda Penduduk (KTP). Bahkan dari laporan yang disampaikan warganya, untuk mengurus salah tulis nama dalam akta saja setidaknya dibutuhkan waktu hingga 4 jam.

“Bagaimana masyarakat mau tertib administrasi jika sistemnya tetap seperti itu,” kritiknya.

Dedy Prasetyo Ketua panitia Khusus (Pansus) Raperda kependudukan, juga mengeluhkan rumitnya pengurusan akta di Surabaya. Dedy mencontohkan salah satu siswa yang terancam tidak bisa ujian lantaran tidak memiliki akta.

“Kalaupun bisa mengrus biayanya tidak murah hampir Rp (rupiah) 2 juta, dan waktunya itu juga sangat lama, padahal anak tersebut adalah yatim piatu,” jelasnya.

“Yang bisa akses hanya lurah, mereka yang tahu pasword-nya,” terang Suharto Wardoyo Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Surabaya. “Yang sulit itu ketika anak yang akan dibuatkan akta sudah besar, itu persyaratanya agat banyak,” tandasnya.