Kejari Kumpulkan Keterangan Jasmas Tahun Lalu

kejagungSurabaya – Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) tahun 2014 belum selesai. Kini muncul kembali dengan kasus yang sama di tahun berbeda.

Jasmas tahun 2016 diyakini juga disimpangkan oleh kalangan tertentu.

Dimana pengajuan Jasmas untuk pengadaan terop, kursi, meja maupun sound system.

Berdasar informasi yang digali, pengajuan tersebut berawal dari proyek Jasmas yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya.

Setelah mendapatkan proyek tersebut, antara pengusaha dan legislator melakukan permainan anggaran.

Legislator itu kemudian mempromosikan alat-alat tersebut ke sesama rekan legislator lainnya. Lalu legislator lainnya melakukan pendekatan dikalangan konstituen partai politik (parpol) juga melobi para pengurus kampung agar mau ikut dalam proyek jasmas.

Didik Farkhan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menyampaikan, Kejari Surabaya akan menelaah laporan masyarakat.

“Kalau memang ada indikasi penyimpangannya,” kata Didik. “Tentu segera kami tindak lanjuti,” tambahnya.

“Sabar, dan biarkan tim bekerja dulu untuk pengumpulan (pul) data dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket),” pungkasnya.