Kejari Bojonegoro Tetapkan Tersangka Bimtek

DPRD

DPRD

Bojonegoro – Kasus Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dianggap bermasalah oleh penegak hukum ternyata tidak hanya ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya saja.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro juga melakukan hal yang sama mengusut kasus korupsi dana bimtek di DPRD Bojonegoro.

Setelah Kajari Bojonegoro mencium adanya penyimpangan dana tersebut. Membuat beberapa anggota legislatif Bojonegoro mengembalikan dana Bimtek yang ternyata fiktif.

Dana bimtek fiktif berdasar pengembangan penyidikan adanya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) senilai Rp (rupiah) 6 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD TA) 2012.

Untuk kasus ini, Kejari Bojonegoro sudah menetapkan tersangka Abdul Wahid sebagai Wakil Ketua (Waket) DPRD Bojonegoro.

Beberapa legislatif yang mengembalikan dana tersebut diantaranya

Suyuti senilai Rp 97 juta
Syukur Priyanto senilai Rp 70 juta
Sri Andini senilai Rp 10 juta
Lasuri senilai Rp 13,5 juta
Agus Supriyanto senilai Rp 13,5 juta
Sugeng Hari senilai Rp 13,5 juta
Nafik Sahal senilai Rp 13,5 juta
Meyke L senilai Rp 13,5 juta
Suwanto senilai Rp 13,5 juta
Bambang Sutriyono senilai Rp 13,5 juta
Abadi Mansyur senilai Rp 13,5 juta
Anis Mustofa senilai Rp 13,5 juta
Ali Mahmudi senilai Rp 13, 5 juta
Aminoto senilai Rp 13,5 juta
Zaenuri senilai Rp 13,5 juta
Suhardjono senilai Rp 9 juta

Kejari Bojonegoro meyakini pada kasus korupsi dana bimtek tersangkanya tidak tertutup kemungkinan akan bertambah.