Keberadaan Gedung bersejarah Sangat Penting Agar Semua Mengerti Bahwa Di Surabaya Ada Sejarah

Agustin Poliana

Agustin Poliana

Surabaya – Keberadaan Cagar Budaya (CB) yang ada di Kota Surabaya seharusnya menjadi ikon destinasi untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan terkesan hanya dapat membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengklim sejumlah gedung tua sebagai CB yang harus dilestarikan keberadaannya.

Tidak sedikit gedung tua berstatus CB yang sudah mulai hilang tampak mukanya. Karena pemiliknya telah merenovasi bangunanya untuk kepentingan bisnis.

Hal tersebut membuat perhatian secara khusus kalangan legislatif dari Komisi D yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Agustin Poliana ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Surabaya meminta agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya segera proaktif ke lokasi.

“Terkait gedung yang ada di Jalan veteran, harusnya Disbudpar segera menghubungi pemiliknya,” kata Agutin Ketua Komisi D yang juga membidangi masalah CB.

“Kenapa bisa seperti itu, jangan-jangan kondisi ini sengaja dibuat dengan tujuan agar gedung CB itu hilang dengan sendirinya lantaran roboh,” tambahnya.

Masih kata Agustin, seharusnya pemilik maupun Pemkot Surabaya bertemu. Supaya ada pihak ketiga yang bisa mendani supaya terawat, serta menjaga eksistensi CB itu sendiri.

“Disbudpar harus bisa menata, harus melibatkan pihak ketiga, karena mayoritas gedung yang saat ini masuk kategori cagar budaya,” ungkapnya.

Agustin menyampaikan, agar pihak ketiga bisa membuka diri. Sehingga Pemkot Surabaya bisa mengambil sikap. Karena keberadaan gedung bersejarah ini juga penting, agar semua mengerti jika di Surabaya ini juga ada sejarah dan buktinya juga ada.

Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya bertekad untuk menghidupkan kembali kawasan Tunjungan sebagai ikon Surabaya.

Walikota Suuarabaya ini juga menginginkan supaya wajah dari bangunan pertokoan ataupun pusat bisnis yang ada pada wilayah Tunjungan dikembalikan ke bentuk aslinya.

Tidak hanya itu, Risma juga sudah menyulap bangunan eks Pertokoan Siola menjadi museum sejarah Pemkot Surabaya dan kantor sejumlah dinas yang langsung berurusan dengan pelayanan publik.