Kasek Muhammadiyah Gagalkan Siswa Miskin Ikut UN

Imam Nahwawi

Imam Nahwawi

Surabaya – Kasus merugikan siswa kurang mampu sepertinya tidak akan pernah berhenti. Tidak sedikit siswa miskin seperti anak tiri oleh para pendidik yang saat ini telah menikmati gaji yang fantastik, sehingga membutakan diri terhadap nasib siswa miskin.

Kali ini terjadi penghambatan pendidikan karena penunggakan pembayaran sebesar Rp (rupiah) 1 juta dan itu dialami oleh Imam Nahwawi merupakan siswa kelas 3 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Surabaya.

Karena menunggak pembayaran sebesar Rp 1 juta, dirinya tidak diberikan legalisir oleh Kepala Sekolah Sekolah Menengah Pertama (Kasek SMP) Muhammadiyah 11 Jalan Dupak Bangun Sari. Akibatnya, Imam tidak dapat mengikuti nominasi peserta Ujian Nasional (UN) yang berakhir pada tanggal 15/10/2014 lalu.

“Saya sudah datang sama orang tua ke sekolah, tapi kepala sekolah itu tetap tidak mau melegalisir ijasah saya, katanya saya harus bisa membayar tunggakan itu dulu baru saya diberikan legalisir,” terang Imam.

“Maksud saya, ijasah saya bisa dilegalisir dulu agar saya bisa mendaftar untuk nominasi peserta UN, kalau tidak, saya tidak bisa ikut, saya mohon kepada kepala sekolah Muhammadiyah 11 supaya memberikan saya keringanan,” pintanya.

Achmad Hidayat Pemerhati Pendidikan menuturkan, hal ini sangat bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 16 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, pada pasal 110 ayat 3 dimana segala bentuk partisipasi dari peserta didik harus musyawarah dan sukarela.

“Ini tidak bisa dibiarkan, karena bisa menghambat pendidikan di Suabaya, saya berharap Dinas Pendidikan (Dindik) melakukan tindakan tegas dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sekolahan Muhamadiyah 11 itu, agar kejadian seperti ini tidak bisa terulang,” tegasnya.