Kami Rela Mati, Hirup Asap

hutanRiau – Hutan Indonesia dibakar oleh para pengusaha maupun perorangan, rupanya berdampak sangat merisaukan masyarakat sumatera

Lambatnya langkah yang dilakuka pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia (RI) membuat rakyat bingung. Sangat berbeda dengan langkah yang diambil oleh pemegang kebijakan sebelumnya.

“Titik api bukanlah simbol kemarahan sang pencipta, tetapi bukti simbol keserakahan dan bukti tidak perdulinya negara,” ungkap salah seorang warga.

“Pak Presiden kalau mau kesini, bandara ditutup, pak,” kata Nur. “Dan tidak ada para generasi muda atau anak bangsa yang menyabut kedatangan Pak Presiden, karena sekolah sudah lama diliburkan,” tambahnya.

“Jalan darat kalau ditempuh sangat berbahaya, karena asap tidak baik untuk kesehatan Bapak Presiden,” kata Sanusi.

“Kami rela mati karena menghisap asap, kami tidak tahu lagi mau mengadu ke siapa, mungkin ini sudah kehendah Tuhan, terima kasih semua, hanya satu, doakan arwah kami semoga kami diterima disisi Tuhan,” kata Bahar.