Kali Brantas Semakin Membaik

ecoton-iwak-5Sidoarjo – Kesehatan Sungai Brantas di Wilayah Kecamatan Balongbendo dan Tarik semakin membaik. Indikasi ini terpantau dari pelaksanaan Sensus Ikan dalam Ekspedisi Brantas 2014 yang beberapa waktu lalu.

“Dalam pelaksanaan sensus, jenis ikan yang ditangkap lebih beragam, ada beberapa jenis ikan yang ditangkap di Desa Singkalan beratnya mencapai mencapai 2,5 Kilogram (Kg),” kata Riska Darmawanti Kepala Peneliti Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton).

“Bobot ikan itu diatas bobot tertinggi Ikan Rengkik yang ditangkap tahun 2012-2013 lalu, sehingga dapat disimpulkan kondisi airnya semakin baik dan dapat memberikan pertumbuhan yang optimum bagi ikan,” tambahnya.

“Ikan-ikan asli Brantas seperti Rengkik, Jendil dan Keting seakan-akan hilang punah sejak peristiwa ikan mati masal pada 26 Mei 2012 lalu, yang diindikasikan karena kecerobohan PG Gempolkrep,” kata Zunianto Koordinator Kampanye relawan Telapak Jatim.

Masih kata Zunianto, temuan Ecoton dalam Ekspedisi Brantas 2014 merupakan spirit dan bukti kalau Kali Brantas masih memiliki kemampuan memulihkan yang masih ada ini menjadi harapan masyarakat, pemerintah dan swasta untuk bekerjasama memulihkan kualitas air Kali Brantas dan Kali Surabaya.

Dalam pelaksanaan sensus ikan, Tim Ekpedisi Kali Brantas Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menemukan fakta kalau kondisi Kali Brantas bagian hilir di Wilayah Kali Surabaya dari Mlirip, Singkalan, Bakung pringgondani dalam kondisi membaik.

Rencananya Ekspedisi Brantas akan berlangsung dari tanggal 08/09/ hingga 23/09/2014. “Membaiknya kondisi ini diharapkan tetap bertahan dan dibutuhkan peran serta masyarakat untuk ikut menjaga sungai dan ikut melestarikan ikan di Kali Brantas,” pungkas Zunianto.