Jumlah Peserta Asing Turun di Ajang Pameran SIJF 2014

sukarwo dan nina sukarwo di SIJF 2014

sukarwo dan nina sukarwo di SIJF 2014

Jawa Timur – Pameran Surabaya International Jewellery Fair merupakan pameran perhiasan bertaraf internasional yang selalu mengalami pertumbuhan baik produk yang dipamerkan, peserta pameran dan pengunjungnya. Namun yang terpenting dalam pameran tersebut, yakni para pengusaha kecil menengah (IKM) industri perhiasan bisa berperan aktif memperkenalkan hasil produknya kepada masyarakat luas.

Pameran perhiasan 2014 merupakan pameran ke-19 dan diselenggarakan dari tanggal 23-26 Oktober 2014 ini mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Pemprov Jawa Timur, Dekranasda Jawa Timur dan Asosiasi Pengusaha Emas Permata Indonesia (APEPI). Pameran ini dilakukan untuk meningkatkan semangat kewirausahaan dan kegiatan di bidang ekonomi industri dan perdagangan emas perhiasan khususnya di Jawa Timur dan umumnya di Indonesia.

Soekarwo, Gubernur Jawa Timur, menyampaikan bahwa pameran merupakan contoh dari suatu transaksi dagang. “Jadi ada yang menyalurkan diekspor, ada yang dipakai ke tempat lain untuk modelnya. Sebenarnya disini diharapkan model-modelnya, harga dan bertemunya antara shaler dengan buyer,” kata Soekarwo.

Dengan penyelenggaraan pameran diharapkan seluruh msyarakat Jawa Timur bisa melestarikan dan mengembangkan warisan budaya melalui inovasi dan kreatifitas yang diaplikasikan dalam bentuk perhiasan agar desain perhiasan Jawa timur berkembang dan meningkat.

Menurut Warno Harisasono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) provinsi Jawa Timur sekaligus sebagai Panitia mengatakan bahwa pameran merupakan sarana ajang promusi untuk membangun citra di bidang industri perhiasan di Indonesia dan Jawa Timur disamping sebagai sarana memperkenalkan produk teknologi terbaru dalam industri perhiasan dan pendukungnya sekaligus sebagai sarana meningkatkan pangsa pasar dan angka penjualan perhiasan di Indonesia.

150 peserta mengikuti ajang internasional ini yang terdiri dari 100 pengrajin dan IKM (30 peserta merupakan binaan Dekranasda provinsi Jawa Timur). 44 peserta dari pengusaha menengah dan besar, 25 peserta diantaranya dari Jawa Timur. Dan 6 peserta dari luar negeri (Hongkong/Cina dan Malaysia). Diakui, terjadi jumlah penurunan peserta luar negeri dari 30 peserta pada tahun lalu menjadi 6 peserta pada tahun ini./*