Jimly Asshiddiqie Heran Akil Sebut Khofifah Menang Pilgub Jatim

Jimly Asshiddiqie

Jimly Asshiddiqie

Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar membenarkan bahwa pemenang gugatan sengketa pemilihan Gubernur Jawa Timur adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja.

Hal itu diungkapkan Akil saat sidang lanjutan terdakwa Chairun Nisa diskors, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 30 Januari 2014. “Di panel putusannya 2:1. Artinya di panel itu kan dimenangkan oleh Ibu Khofifah,” ujar Akil.

Namun, Akil mengaku tidak ikut memutus perkara tersebut. “Putusannnya saya sudah tidak ikut lagi. Nama saya sudah dikeluarkan. Plenonya yang menentukan, karena saya sudah tidak ikut di sana. Selanjutnya yang menang Pak Sukarwo,” terang Akil..

Jimly Asshiddiqie, yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, mengaku heran atas pernyataan Akil Mochtar yang mengatakan bahwa di dalam gugatan pilgub Jatim, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja adalah pemenangnya. Akil menyebut bahwa di dalam panel yang dia pimpin, Khofifah unggul 2:1.

“Saya heran, seperti menganggap keputusan dibuat bertiga. Kan keputusan itu harus di pleno dan minimal tujuh orang yang hadir. Sama seperti sidang terbuka kalau tidak mencukupi tidak sah,” kata Jimly, di kediaman BJ Habibie, waktu lalu.

Menurut Jimly, keputusan dalam suatu perkara diambil dalam sidang pleno, yang di dalamnya minimal hadir tujuh orang hakim, bukan di dalam panel. Kata dia, panel itu hanya alat memeriksa perkara suatu gugatan. Setelah melalui proses di dalam panel, maka akan dibawa ke dalam sidang pleno untuk diambil keputusan.

“Kalau dibilang 2:1 tidak ada artinya, kalau di pleno jika tidak setuju ya bisa batal, nanti ada perdebatan di dalamnya,” jelas Jimly.