Jembatan Kenjeran Berpotensi Mendatangkan Devisa Melalui Wisatawan Daerah

Syaifuddin Zuhri

Syaifuddin Zuhri

Surabaya – Setelah diresmikannya jembatan kenjeran oleh Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya beberapa waktu lalu. Rupanya mendapat perhatian lebih dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Syaifuddin Zuhri Ketua Komisi C yang membidangi masalah Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengaku bangga dengan keberadaan jembatan Suroboyo.

Masih kata Zuhri, Jembatan dengan panjang 800 meter yang terletak di kawasan Kenjeran dan telah diresmikan oleh Walikota Surabaya akan mampu memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus mendongkrak kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).

“Dengan adanya jembatan ini akan memberikan nuansa baru guna perbaikan lingkungan dan ekonomi di wilayah pesisir,” tambahnya.

Dirinya menambahkan, dengan adanya jembatan yang dilengkapi dengan air mancur menari itu, warga yang bermukim di wilayah kenjeran tak lagi merasa tersisih.

Pasalnya, Jembatan Suroboyo yang sebelumnya dikenal dengan sebutan jembatan kenjeran itu, diperkirakan akan membawa dampak positif bagi kehidupan warga sekitar.

“Saya yakin, ini akan mampu meningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” optimisnya.

Politisi PDIP ini mengakui, bahwa saat ini sarana dan prasarana yang ada di sekitar jembatan masih belum memadai. “Jadi, perangkat lain yang perlu ditambah, akan kita dukung dalam penganggaran,” jelasnya.

Syaifudin Zuhri menyampaikan, pembenahan yang menjadi prioritas adalah akses jalan masuk menuju jembatan, baik dari arah utara maupun selatan yang masih sempit.

Pihaknya meminta, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) dan Pematusan Surabaya untuk memperluas akses di kawasan itu supaya dapat menarik kunjungan wisatawan.

“Semakin cepat pembangunannya, tentu akan menjadi singgahan bahkan juga jujugan wisatawan lokal maupuan dari luar daerah,” paparnya.

Pembangunan jembatan Kenjeran awalnya adalah untuk memperlancar arus lalu lintas di sekitar kawasan Kenjeran. Namun, setelah melihat potensinya, jembatan yang pembangunannya menelan anggaran sekitar Rp (rupiah) 250 miliar pada akhirnya diproyeksikan sebagai destinasi wisata baru.