Jawa Timur Siap Amankan Permendikbud 160/2014

Nuryanto, Kabid TK-SD Dan PK

Nuryanto, Kabid TK-SD Dan PK

Jawa Timur, portal nasional – Keluarnya Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan) Republik Indonesia (RI) Nomer 160 Tahun 2014 yang mengatur pemberlakuan kurikulum 13 (K-13) untuk Sekolah Dasar, Menengah Pertama, Menengah Atas dan Sederajat, hanya terbatas pada sekolah-sekolah yang dirintis oleh kementerian. Sedang untuk sekolah lain, yang baru semester I harus kembali ke kurikulum 2006 atau KPSP.

Di Jawa Timur, banyak kabupaten/kota yang semestinya sudah siap dengan kurikulum 13 dan mengajukan ke kementerian, mungkin dengan berbagai pertimbangan nasional. banyak diantaranya yang belum disetujui. Meski demikian, Jawa Timur sangat siap mengamankan kebijakan menteri dengan terbitnya Permendikbud Nomer 160 Tahun 2014 tersebut dan sekaligus menjalankan secara konsisten.

Untuk jenjang Sekolah Dasar sesuai yang dirintis oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, data yang masuk di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur hingga akhir 2014, ada 469 kesatuan pendidikan yang ditetapkan untuk melaksanakan K-13 tersebut, Tetapi dalam perkembangan, ada penambahan jumlah sekolah dibeberapa daerah di Jawa Timur yang mendapat persetujuan dari kementerian namun jumlah tersebut belum ada informasi berapa banyak sekolah yang disetujui oleh kementerian untuk melaksanakan K-13 tersebut.

Bagi Jawa Timur, melaksanakan kurikulum 13 dan kurikulum 2006 tidak sulit karena guru di Jawa Timur mampu mengimenterplasikan strategi pembelajaran tersebut berdasarkan prinsip student center yang merupakan pembelajaran karakteristik, mata pelajaran, topik pembelajaran serta me-explore kreatifitas anak.

Guru di Jawa Timur juga mampu melakukan pembelajaran aktif, efektif kreatif dan menyenangkan. Selain itu juga mampu melakukan pembelajaran yang mengasyikan, menantang, mencerdaskan.

Mencerdaskan sendiri memiliki karakter cerdas intelektual, cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas social dan cerdas kinestetik.

“Dengan metode tersebut, jika tidak ada pelajaran, siswa akan merasa sedih,” jelas Nuryanto, Kepala Bidang TK/SD dan PK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang mendampingi Saiful Rahman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Banyak masyarakat berharap, dengan keberadaan Saiful Rahman duduk sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yang menggantikan Harun karena pensiun, mampu membawa pendidikan Jawa Timur sebagai barometer pendidikan nasional, tetapi mampu menjadikan pendidikan Jawa Timur sebagai “matahari” pendidikan nasional./*