Jangan Keluarkan Ijin Sembarangan

Masduki Toha

Masduki Toha

Surabaya – Meskipun lokalisasi Dolly resmi ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beberapa bulan lalu oleh Tri Rismaharini (Risma) Walikota Surabaya.

Fakta dilapangan ternyata tidak sedikit saat ini tempat prostitusi terselubung semakin berkembang. Saat mengajukan perijinan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) adalah sebagai tempat pijat tradisional.

Masduki Toha Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya angkat bicara. Bahkan menyayangkan sikap Pemkot Surabaya yang terkesan membiarkan tempat porstitusi terselubung beroperasi seenaknya.

“Memang citra kota Surabaya semenjak ditutupnya dolly kesanya mendapat respon yang sangat bagus dari masyarakat,” tambahnya.

“Tapi sayangnya kenapa penutupan dolly, tidak diikuti oleh tempat-tempat porstitusi yang tersembunyi, saya merasa ironis sekali melihat hal seperti ini,” ungkapnya.

“Jadi Pemkot seharusnya melarang ijin itu, apalagi jelas-jelas buka lagi dengan kedok yang lain, mana hati nurani teman-teman Pemkot ini, sebenarnya tidak diperbolehkan, karena apapun namanya praktek seperti itu harus dihindarkan,” tegasnya.

“Maka sekali lagi saya berharap kepada Pemkot agar tidak mengeluarkan ijin-ijin kepada tempat usaha yang dulu pernah buka di Dolly, biar terkesanya tidak jelek di mata masyarakat, jadi saya rasa, Pemkot harus benar-benar jelih untuk mengeluarkan ijin, dan tidak sembarangan,” pungkasnya.