Jangan Berfikir Negatif Pada TNI

Tentara Nasional Indonesia

Tentara Nasional Indonesia

Bandung – Penolakan penyidik dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan direkrut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya bergejolak dikalangan legislator pusat. Bahkan masyarakat juga mempunyai pandangan yang beragam.

“Apa ada yang salah dengan TNI,” kata Reno. “Saya rasa, siapapun yang sanggup untuk membela kepentingan negara, boleh bergabung,” tambahnya.

“Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Bab XII mengenai Pertahanan Negara pasal 30 ayat 1, tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara,” kata Rian.

“TNI itu bagian dari warga negara, dan para koruptor itu seperti penjajah yang menghancurkan negara, tidak ada salahnya TNI masuk dalam tatanan KPK, intinya siapa yang bisa kerja, begitu aja kok repot,” ungkapnya.

“Kalau memang tidak boleh yang aktif, yang pensiun juga tidak ada masalah, kenapa harus diributkan, kalau ada yang mudah kenapa harus dipersulit, yang tidak ingin TNI masuk, sebab mereka takut dibantai dan dicabik-cabik, sehingga kasusnya terungkap, malukan,” sindirnya.

“TNI juga punya aparat yang tidak kalah hebat dengan dari Kejaksaan dan Kepolisian, masalahnya, mereka tidak pernah dipublikasikan seperti 2 penegak hukum yang lagi naik daun, jangan berfikir negatif terhadap TNI,” paparnya.