Jalur Ular Penetapan Nilai Parkir

Vinsensius

Vinsensius

Surabaya – Jalur ular pada sistem perparkiran di Surabaya membuat Panitia Khusus Rencangan Peraturan Daerah (Pansus Raperda) Jaringan Jalan angkat bicara.

Vinsensius Ketua Pansus Raperda Jaringan Jalan mengatakan, selama ini porses maupun tahapan pembuatan regulasi yang berkaitan dengan retribusi parkir masih terlalu panjang.

“Anda bisa bayangkan, untuk menaikkan atau menurunkan angka restribusi yang nilainya hanya Rp (rupiah) 1000 rupiah saja,“ kata Vinsensius.

“Dinas Perhubungan (Dishub) harus melalui rapat dan persetujuan anggota dewan,“ tambahnya.

“Yang tentu secara mekanisme harus dilakukan pembahasan Peraturan Daerah (Perda), yang tahapannya bisa memakan waktu lebih dari 2 hingga 3 bulan, ini tidak praktis,” ucapnya.

Masih kata Vinsensius, oleh karena itu Pansus Raperda Jaringan Jalan menginginkan adanya proses yang cepat tanoa harus melalui proses politik.

“Kami mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) melahirkan 1 organ baru berbentuk Badan Usaha Layanan Daerah (BULD) yang otoritasnya setara dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” tuturnya.

“Tetapi masih dibawah koordinasi Dishub, tidak harus melalui persetujuan dewan, karena bisa diputuskan oleh badan itu sendiri,” pungkasnya.