Jalin Komunikasi RAR Dengan Unair

Unair Dan Komunitas RAR

Unair Dan Komunitas RAR

Surabaya – Menjadi kampus kelas dunia merupakan tekad Universitas Airlangga (Unair) yang harus bisa diwujudkan. Meski menjadi kampus kelas dunia, Unair tidak boleh begitu saja melupakan para stakeholdernya.

“Sehingga meski Unair menjadi Perguruan Tinggi (PT) yang sudah mendunia, dari Unair Untuk Dunia, Unair diharapkan tetap berpijak pada tempatnya,” kata Suko kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Unair.

“Sehingga Unair harus tetap mengenal siapa Lurah dan Camat di Gubeng Kertajaya dimana Unair berada, nah inilah bagian dari moralitas yang akan dikembangkan oleh Unair kepada semua civitas akademisnya, unair tetap bersahaja,” tambahnya.

Dalam acara Silaturahmi Rektor Universitas Airlangga Surabaya bersama Komunitas Peduli Surabaya Rek Ayo Rek, Tokoh Masayarakat dan Media yang dihadiri tak kurang dari 100 orang itu.

Unair menghadirkan seluruh jajaran pimpinannya. Hadir dalam acara itu juga Armuji sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya juga Moch Machmud anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) DPRD Surabaya. Serta juga Perwakilan Dikti bahkan para awak media dan masyarakat.

Armuji memberikan apresiasi tinggi kepada Rektor Unair beserta jajarannya, dengan mengundang masyarakat untuk masuk kampus.

“Sebagai warga Surabaya, saya bangga dan mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh Unair,” kata Armuji. “Semoga saja apa yang dilakukan bisa diikuti oleh kawan dari perguruan tinggi lain, dengan mengajak masyarakat berdialog dan membantu mencarikan solusi,” ungkapnya.

AH Thony perwakilan komunitas Rek Ayo Rek (RAR) mengatakan, komunitas RAR merupakan komunitas yang berasal dari berbagai latar belakang profesi dan sosial ekonomi.

“Dalam diskusi-diskusi yang dilakukan RAR biasanya menyangkut topik-topik hangat dan aktual yang terjadi dimasyarakat,” kata Thony.

“Misalnya topik tentang kesehatan, pendidikan dan masalah sosial ekonomi, seperti yang baru saja terjadi persoalan Pasar Turi,” tambahnya.

“Diskusi-diskusi di RAR akan bisa menjadi laboratorium sosial bagi PT semacam Unair, sehingga RAR akan mempunyai nilai lebih kalau hasil hasil diskusinya menjadi sumbangan bagi kampus untuk mencarikan landasan akademis dalam penyelesaiannya,” paparnya.

Jamhadi Ketua kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya berharap banyak bahwa Unair juga bisa menjalin kerjasama membangun kemitraan dalam rangka meningkatkan kualitas lulusannya.

Kadin akan selalu siap bersinergi dengan Unair untuk berbagi ilmu dengan pengalaman demi peningkatan kualitas lulusan Unair.

Herman Rifai Ketua Komunitas RAR mengatakan, pihaknya sangat senang dan bangga dengan Unair. Meski sebagai perguruan tinggi kelas dunia, Unair tidak lantas jumawa dan melupakan masyarakat, Unair bisa menjadi contoh baik dalam membangun sikap egaliter dan peduli.