Jalan Inspeksi Difungiskan

Warga Stren Kali Mas, Mengadu Ke Komisi A

Warga Stren Kali Mas, Mengadu Ke Komisi A

Surabaya – Kegelisahan kembali menghantui puluhan warga yang mendiami sepanjang Stren Kali Mas (SKM). Hal tersebut yang membuat perwakilan warga SKS tepatnya warga Keputran Selatan mendatangi Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

Wahono perwakilan warga Keputran Selatan mengatakan, pada dasarnya yang selama ini puluhan warga tersebut sama sekali tidak keberatan dengan adanya penertiban SKM.

“Kami ini warga Surabaya yang beridentitas sebagai warga surabaya, kalau bisa kami ini ditempatkan pada rumah susun milik Pemerintah Kota (Pemkot),” tambahnya.

“Surat yang disampaikan kepada warga yang ditinggal disana bersifat informasi, sampai saat ini kami belum berkoordinasi antar kota,” kata Dari perwakilan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya.

“Untuk warga Surabaya nanti bisa koordinasi dengan dinas terkait, sedangkan warga diluar surabaya tentunya akan kembali ke daerah asal,” jelasnya.

Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A meminta penjelasan terkait jala inspeksi sepanjang Kali Mas. Perwakilan dari Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Surabaya menerangkan.

Pada tanggal 31//09201 lalu Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meminta bantuan penertiban (bantib) ke Surabaya untuk melakukan penertiban serta memaksimalkan akses jalan inspeksi sepanjang sungai.

Dari perwakilan Kecamatan Tegalsari mengulas, bahwa sepanjang bantaran sungai dimanfaatkan untuk lahan parkir sehingga tidak sedikit warga yang tidak bisa melewati.

Wike Widiastuti Kepala Seksi Penertiban Dinas Pengelolahan Tanah dan Bangunan (DPTB) Surabaya menerangkan, apabila warga ada yang berkeinginan tinggal di Rumah Susun (Rusun).

“Merupakan warga surabaya yang mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP) Surabaya, kemudian kita akan mendata kembali mana saja Rusun masih kosong,” ungkapnya.