Jakarta Tertib, Kenapa Surabaya Tidak

Irvan Wahyudrajat

Irvan Wahyudrajat

Surabaya – Vendor Uber main potongan gaji pengemudi hingga mencapai Rp (ribu) 400 ribu. Irvan Wahyu Drajat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Surabaya menilai, jika terdapat persoalan seperti itu, maka keuntungan Koordinator pengusaha pengelola taksi Uber semakin berlipat-lipat.

“Bayangkan keuntungannya, masyarakat transportasi yang dirugikan, karena mereka tidak terbebani sistem yang mewajibkan kendaraan angkutan umum memiliki izin trayek dan uji kelayakan,” tambahnya.

Masih kata Irvan, khusus untuk taksi online Uber, sebenarnya bentuk perizinannya tidak serumit kendaraan angkutan massal. Cukup mengantongi izin operasional dari Dishub Kota dan Provinsi.

“Di Jakarta, taksi online sudah patuh mengurus izin operasional, tapi kenapa di Surabaya, mereka enggan mengurus izin operasional,” tanyanya.

“Jangan dijadikan alasan kendaraan pribadi, buktinya mereka mengangkut penumpang dengan bayaran,” jelasnya.

Irvan mengatakan, terdapat 300 mobil taksi online Uber di Jakarta yang sudah mengantongi izin operasional. Mereka juga beroperasi dan tidak pernah ada protes dari pengemudi maupun penumpang.

“Uber memakai mobil pribadi, tidak mungkin di cat seperti angkutan umum sungguhan dan ada tanda Kir, bisa memakai stiker atau hanya surat keterangan saja,” pungkasnya.