Indonesia Akan Dipimpin Pigur Raja Daud Tahun 2014

apakah salah satu dari mereka mampu memimpin negeri ini lebih baik lagi

apakah salah satu dari mereka mampu memimpin negeri ini lebih baik lagi

portal nasional – Pilihan Legislatif sudah berlalu dengan baik, aman dan tertib setiap orang meyakini pesta demokrasi  kali ini benar- benar jurdil dan terbaik, sesuai hasil sementara dengan perhitungan qick count yang dilakukan berbagai survey sebut saja misalnya Lingkaran Survey Indonesia (LSI) menunjukkan partai yang memperoleh suara terbesar ada pada partai PDIP perolehan suara 19,72( dalam persen), Partai Golkar 14,57, Partai gerindra 11,58, Partai Demokrat 9,7, PKB 9,09, PAN 7,44, PPP, 7,03, PKS 6,62, Nasdem 6,38, Hanura 5,23, PBB 1,38, PKPI 0,98.

Melihat angka presentase tersebut sesuai Undang – undang pilpres untuk membentuk pemerintahan ( eksekutif) baik selaku kepala negara dan kepala pemerintahan setiap Parpol harus memenuhi presiden troshold yaitu 20 % dari perolehan Kursi DPR RI atau 25 % dari perolehan jumlah sura yang terdaftar dalam DPT tersebut , baru dapat mengajukan presiden dan wakil presidennya  dengan angka yang diperoleh setiap partai dalam pileg ini tidak satupun partai yang memperoleh suara 25% dari jumlah pemilih, namun lagi – lagi perolehan suara tersebut secara riel menunggu perhitungan KPU pusat, oleh karena itu setiap Parpol harus berkoalisi atau apapun istilahnya agar dapat mengajukan presiden maupun wakil presidennya untuk 20 Oktober Tahun 2014 sampai 20 oktober Tahun 2019.

saya Herry PT wartawan media ini mencoba ikut – ikutan dalam menganalisa pencalonan presiden dan wakilnya ini dari sudut lain yang mungkin tidak berhubungan dengan keahlian politik, komunikasi, hukum dan budaya yang sudah banyak pakar yang menganalisis ke arah sana, karena penulis bukan siapa – siapa seperti orang yang terkenal mempunyai pisau analisis yang tajam dalam masalah politik, khusunya dalam bidang pemerintahan, legislatif maupun yudikatif, penulis mencoba menurunkan tulisan ini dalam beberapa seri yang menurut penulis hannya berupa kunang – kunang dalam kegelapan malam.

Prespektif penulis dimuali dari tahun 2004 sampai tahun 2014 sejak presiden SBY dilantik menjadi presiden dan pada Tahun 2014 ini Partai yang mengusung prersiden tersebut mendapat suara 9,7 % persi qick count sesuai angka tersebut tentu Partai Demokrat akan menyusun strategi untuk koalisi dengan partai lain untuk mengusung Calon presiden dan wakil presiden namun sayang pigur Pak SBY tersebut belum kelihatan secara fakta dan nyata pada kadernya untuk dicalonkan menjadi Presiden kalau hal Berkoalisi tentu Pak SBY sudah mahir dan pengalaman selama 10Tahun menjadi presiden dan ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan Ketua umum Partai Demokrat.

Partai Demokrat telah menetapkan jalan konvensi untuk memperoleh presiden yang benar – benar dipilih kader, anggota maupun simpatisan partai Demokrat, dengan penilaian halsil survey dari berbagai survey yang independen walaupun pada akhirnya calon presiden ditetapkan Majelis Tinggi Partai Demokrat dan sampai tahap Pilihan Kampanye Pileg Partai Demokrat belum menetapkan siapa diantara 11 orang yang ikut menjadi Calon presiden dari Partai ini dan ada hal menarik dari 11 orang yang ikut konvensi Partai demokrat ada beberapa orang yang ikut menjadi jurkamnas.dengan perolehan angka pemilih 10 % apakan partai Demokrat mampu menjagokan presiden dari konvensi tersebut? hal inilah yang ditunggu masyarakat pemilihnya.

Partai PDIP dan Partai Gerindra dengan jumlahperolehan suara 19,72 dan 11,58 kelihatannya sudah memperoleh buah dari hasil oposisi mereka selama 10 tahun ini, sikap oposisi kedua partai ini sudah dihargai oleh masyarakat dengan mempercayai kedua partai oposisi iniposisi nomor satu dan nomor tiga perolehan suara pileg ini namun kedua partai ini sudah jelas – jelas memutuskan diawal untuk mengusung calon presiden masing – masing dan apakah kedua partai ini ada kemungkinan untuk koalisi atau jalan senfiri – sendiri mencari teman koalilis penganmat masih menunggu ini.

Partai Golkar dalam pileg kali ini kelihatannya konstan dari tahun 2009 yaitu perolehan suara 14,57% tentu untuk mengusung ARB jadi presiden tentu juga harus mencari mitra kolalisi untuk mencapai presiden troshold tersebut dan saat kampanye Opartai beringin ini sudah memutuskan untuk ikut didalam roda pemerintahan sebab kekaryaan yang dimiliki partai ini masih melekat.  Yang menjadi pertanyaan ikut koalisi atau menyusun koalisi sebagai partai pemenang nomor 2 secara hitung – hitungan tentu tidak akan sulit mencari mitra koalisi menjagokan ARB menjadi Calon presiden.

Semua realitas diatas sebenarnya sudah banyak dibahas para ahli tentu yang dicoba penulis untuk memberi masukan kepada pengambil keputusan dipartai politik bukan suara dari bawah groosroot saja yang diperhitungkan namun mencoba menganalisa pakta – pakta yang terjadi dalam sejarah dan yang tertulis didalam kitab suci tentang pengangkatan raja di tanah kanaan ( Keturunan Ibrahim dari iskhak ) yaitu Raja Saul dan raja ini digantikan raja Daud dan dari mulaiRaja daud inilah Tahta turun berdasarkan Keturunan ( Darah) sampai 12 keturunan apakah ada hubungannya pada pemilihan presiden indonesia Tahun 2014 ini, penulis mencoba menuliskannya sesuai perjalanan rohani penulis mulai Tahun 2009 sampai Tahun 2014 ini.