Indonesia Akan Dipimpin Figur Raja Daud Tahun 2014, Antara Prabowo Dan Jokowi ( Bagian – 7 )

Surabaya, portal-nasional.co

prabowo dan jokowiSudah tinggal beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan ramadhan bulan penuh ampunan dimana umat muslim diseluruh belahan bumi ini akan melakukan puasa penuh selama sebulan untuk merasakan rasa haus dan lapar dan menahan segala hawa nafsu duniawi dengan begitu akan dapat menaklukkan dirinya sendiri dan akan terlepas dari belenggu setan yang dapat menyesatkan manusia dalam berfikir , bertindak. Dalam bulan yang penuh pengampunan ini masyarakat bengharapkan kedua calon presiden dan wakil presiden beserta gerbong yang mengikutinya untuk dapat juga menahan hawa nafsu duniawi sebab kepemimpinan tersebut sudah takdir dari Allah oleh sebab itu tidak perlu ngotot sebab sudah ada yang mengaturnya

Secara teori ilmiah seorang pemimpin lahir karena belajar atau karena kharisma yang bibawa lahir atau kedua – duanya atara kharisma dan belajar kepemimpinan dan masyarkatlah yang menilai antara 2 kandidat tersebut untuk menentukan pilihan sebab kita harus melanjutkan perjalanan bangsa ini ke depan dan jangan lupa perjalan kita masih panjang kita hanya beharap dalam 5 tahun ini atau jika terpilih lagi 5 tahun berikutnya dasar – dasar fundamental perekonomian dan moral bangsa sudah terbentuk dan pada pemerintahan berikutnya akan semakin mudah untuk melanjutkan pembangunan bangsa dan negara ke depan seandainya masalah subsidi sudah dapat diatasi dan kerugian yang tidak dapat dihindarkan misalnya masalah kemacetan memboroskan energi dan efisiensi dapat dilakukan dan otonomi yang pas untuk pemerintahan daerah dan pilkadanya dapat ditetapkan secara tepat di propinsi atau di kabupaten kota sehingga tidak seperti saa ini memboroskan biaya untuk pilkada dan bahkan APBD hampir 50 % untuk membiayai anggaran rutin hal inilah menurut penulis yangakan diprioritaskan dalm 10 tahun ke depan sehingga pemborosan dapat dihindari dan pemerintahan berjalan efektif dan efisien misalkan saja otonomkan di propinsi tentu bupati dan walikota tidak perlu pilkada lagi dan bupati dan walikota cukup dipilih gubernur karena sudah administratip dan DPRD kabupaten kota tidak perlu lagi dan pemerintahan desa dapat diotonomkan karena langsung berhubungan dengan masyarakat, sehingga akan terjadi efisiensi yang luar biasa dan pemerintahan kabupaten perlu diefisienkan untuk mengurangi anggaran misalnya menghapus kecamatan biar dari pemerintahan Desa berkordinasi ke kabag pemerintahan di kabupaten dan sungguh sangat besar efisiensinya , karena otonomi di propinsi tentu DPRD sudah dipilih bersamaan dengan presiden sehingga otomatis pilihan gubernur hanya 33 kali, kementerian akan bisa dirampingkan karena masyarakat sudah diurus di propinsi pusat hanya menjadi regulator agar semua propinsi melakukannya bukan seperti saat ini peraturan tumpang tindih.

Masyarakat berharap seperti keteladanan yang dilakukan bapak Dahlan Iskan pada saat diminta ikut konvensi calon presiden partai demokrat sampai dua kali oleh ketua Umum parati demokrat  presiden SBY agar mengikuti konvesi tersebut dan akhirnya ikut konvensi dan setelah pileg partai demokrat hanya memperoleh sekitar 10 % suara yang tidak akan mungkin menjagokan calon presiden sendirian tanpa koalisi parpol, demokrat  hampir tidak melanjutkan konvesi yang tinggal 2 sesi terakhir namun dengan berbagai pertimbangan konvensi terus dilanjutkan dan pada akhirnya Dahlan iskan keluar sebagai pemenang namun pada akhirnya Demokrat tidak behasil menjalin koalisi dengan partai lain sesuai peraturan yang ada sehingga Dahlan Iskan tidak jadi calon presiden sebab tidak diusulkan partai manapun ke KPU tapi sebelumnya Dahlan Iskan selalu mengatakan dibeberapa kesempatan di media dia ikhlas untuk jadi presiden, wakil presiden dan untuk tidak jadi apapun dia ikhlas dari menjemput takdir sampai menunggu takdir dan berujung – ujung menyerahkan takdir kepada pasangan Jokowi-Jk.

Keteladanan seperti yang dilakukan pak Dahlan Iskan menurut penulis sudah sangat langka bagi manusia moderen saat ini sebab segalanya sudah berubah dengan ukuran material Dahlan iskan sendiri yang mengetahui berapa biaya yang dia keluarkan untuk menjemput dan menunggu takdir sampai menyerahkan takdir tersebuit ke Jokowi-Jk tapi beliau tetap- ikhlas sebab penulis sudah yakin betul dengan konsekwensi yang dia lakukan sebab hidup ini harus memilih oleh karena itu masyarakat sangat berharap kepada kedua kandidat presiden untuk menerima takdir jika tidak terpilih nanti jadi presiden haruslah ikhlas sebab  rakyatlah yang tidak mempercayai program dan orang yang diajukan saat pilpres tersebut untuk itu harus memperbaiki program partai pengusung tersebut dan memilih orang yang dapat di jual ke masyarakat untuk lima tahun berikutnya bertarung di pileg dan pilpres oleh karenai ini bukan lah kesudahannya merupakan permulaan dari hal yang baik untuk menyempurnakan diri dan parpol yang terlibat dalam demokrasi yang kita bentuk..

Sebenarnya kalau kita jujur menilai bahwa selama sebulan kampanye kita sudah melhat baik buruk kedua kandidat tersebut karena sepintar apapun kandidat menutupunya pasti akan kelihatan dari tingkah lakunya saat kampanye dan janganlah menyalahkan siapa – siapa nanti jika tidak terpilih justru takdirlah yang belum berpihak.. Dua calon yang berkampanye tersebut sepertinya lebih pas utnuk kampanye Tahun 2019 caleg dan capres sama – sama diajukan dalam pemilih sehingga apa yang dilakukan kedua calon tersebut minta masukan dari masyarakat untuk dilakukan tentu lebih masuk akal sebab rakyat akan memilih DPR yang akan membuat UU yang akan dilakukan presiden terpilih kalau sekarang tentu hal itu tidak mungkin jika presiden terpilih misalnya Jokowi- JK tertpilih untuk membuat poros maritimnya dan membentuk bank tani dan maritimnya harus membuat UU Perbankan dulu dan UU Bank Indonesia selaku bank sentral sebab saat ini sudah tidak ada lagi sepesialisasi dalam praktek perbankan hanya dikenal bank umum, bank devisa dan bank perkreditan rakyat oleh sebab itu penulis merasa pola fikir seperti ini pas dijanjikan untuk Tahun 2019 sebab jika rakyat memilih janji ini DPR nya juga siap membuat UU yang diharapkan mendukung program seperti itu sebab Presiden hanya pelaksana UU dan kementeian yang yang bekerja juga harus berdasarkan undang – undang.

Calon presiden Prabowo Hatta misalnya mengatakan bayak kesesuaian dengn program Demokrat dan koalisinya yang menjagokan SBY selaku presiden tapi masih kelihatan doble standar sebab menurut pasangan ini masih ada sekitar Rp 1000 triliunan uang bocor dan mengalir ke luar negeri dan tidak spesifik diterangkan cara kebocoran tersebut jika kebocoran tersebut disengaja oleh presiden dan koalisinya berati kebocoran tersebut ada unsur tipikornya sebab itu perbuatan melawan hukum yang memperkaya orang lain oleh karena itu perlu penelitian dan penyidikan dari instansi penegakan tidak pidana korupsi dalam hal ini, kalau ini yang terjadi menurut Prabowo – hatta tentu tidak akan mungkin sama visi dan misi dengan demokrat dan SBY nya sebab ada kebocoran seperti ini oleh karena itu janganlah calon kita ini gampang bicara yang tidak mendidik rakyat ini sebab manusia yang dipegang adalah omongannya.

Kalau mau jujur Presiden bersama Koalisinya selama 10 tahun ini dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat semua kita harus mengatakan beliau adalah orang yang kompeten dalam hal ini dalam perekonomian  pemerintahan ini dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi sampai 6-7 % tiap tahun tentu masalah ini tidak akan mudah didapat tanpa kerja keras sebab pertumbuhan ekonomi sebesar itu sudah sangat baik bagi negara yang luas dan penduduk yang banyak seperti Indonesia ini dari segi biaya transportasi dan telekomusikasi sudah harus besar karena Indonesia terdiri dari pulau – pulau sehingga dalam mempelajari ekonomi di Indonesia tidak akan mungkin sama dengn keadaan geografis Indonesia mungkin yang ada kesamaan pulau – pulaunya adalah geografis jepang dan philipina tapi tidak seluas pulau – pulau kita dan jangan lupa kita mengapresiasi sikap presiden SBY belakangan ini bahwa dia adalah negarawan hal itu kelihatan ketika SBY mengganti Menteri Agama yang tersandung masalah korupsi dianya tetap mempertahankan Menteri tersebut dari PPP sebenarnya saat ini koalisi sudah tidak ada secara praktek dan seandainya dia mau kan dapat diberikan ke siapa saja konco -konconya sebab waktu 6 bulan kan lumayan dari sisi pengasilan jadi seorang menteri tapi dia tetap konsisten dengan koalisi yang dibangunnya masalah lainnya tiada gading yang tidak retak dan janganlah ada dendam politik bagi pemimpin bangsa ini ke depan dengan begitu penulis yakin indonesia akan menjadi negara maju yang diperhitungkan bangsa lain di dunia.. .

Masyarakat berharap siapapun yang terpilih nanti itulah yang terbaik saat ini dan marilah kita berloma – lomba membuat kebaikan kepada bangsa dan negara ini agar apa yang kita cita citakan sebagai bangsa dan negara akan terwujud dari presiden yang satu kepada presiden berikutnya , untuk itu setiap partai politik diharapkan akan mencari gagasan – gagasan yang bermutu dan berfikir besar agar partai politik tersebut dapat mewujudkan cita – cita pendahulu dan pendiri bangsa ini sebab siapaun presiden yang dijagokan partai harus membawa gagasan yang sudah ditetapkan partai pengusung presiden tersebut kalau saya tidak salah menilai itulah yang dimaksud PDIP dengan petugas partainya, Trimakasih ( Penulis Herry Perry Tampubolon Alumni PDP I Angkatan 22 Institut Bankir Indonesia,  Kemang Jakarta Selatan)