Indonesia Akan Dipimpin Figur Raja Daud Tahun 2014, Antara Prabowo Dan Jokowi ( Bagian – 6 )

Surabaya, portal-nasional.co

     prabowo dan jokowiSetiap Pemilihan umum di negara manapun baik legislatif maupun pilihan presiden selalu mengharapkan pemimpin yang prorakyat, bangsa dan negaranya, justru disinilah masyarakyat beranggaban secara demokrasi lebih baik sebab setiap warga negara berhak untuk dipilih dn memlih.

     Pada bagian tedahulu penulis sudah menggaris bawahi setiap pemimpin besar lahir untuk menjawab tantangan jaman saat dia dilahirkan jadi pemimpin besar untuk umat manusia oleh karena itu masyarakat Indonesia mengharapkan agar kedua calon presiden kita ini menjadi dirinya sendiri untuk menjawab tantangan jaman saat ini.

     Sudah banyak yang penulis garis bawahi tentang tantangan jaman saat ini dengan yang akan datang sebab tanpa mengetahui apa yang akan terjadi dihari dan bulan serta tahun berikutnya pemimpin akan selalu ketinggalan kereta oleh karena itu menurut penulis pemimpin besar lahir dari rahim ibu pertiwi dan akan menjadi kenangan sepanjang jaman sebab jika pemimpin besar sudah lahir alam akan menjadi satu dan bahu Рmembahu untuk menyelesaikan tantangan jaman saat itu oleh karena itu pemimpin seperti ini sudah dapat menguasai hawa nafsunya dan tidak lagi memikirkan diri sendiri, keluarga, golongan maupun partainya sehingga jarang sekali terjerumus dari kepentingan sesaat dan selalu memikirkan hal Рhal yang besar untuk merubah jamannya untuk lebih baik dan yang paling penting pemimpin tersebut akan mampu berkomunikasi dua arahdengan Tuhannya.

     Kita tidak akan lupa dengan pemimpin Рpemimpin besar seperti Soekarno, Mahatma Ghandi, Nehru, Brostito, Abraham Lyncoln, Stallin, Maotsetung dan lain Рlainnya mereka ini lahir sesuai jamannya dan pada saat itu beliau Рbeliau masih mempertentangkan paham Рpaham yang akan disebarkan ke seluruh dunia dengan maksud untuk memperbaiki kehidupan mausia secara humanis sehingga pada jaman itu terjadilah pertentangan antara blok -blok di dunia ini dan penjajahan dibelahan dunia sudah merajalela, pada saat yang bersamaan lahirlah pemimpin besar kita lahir dari rahim ibu pertiwi yang bernama soekarno dengan pahmnya pancasila anti penjajahan dan berdikari dengan menciptakan Non blok tidak  berpihak pada blok poros maupun sekutu, justru pada pemikiran besar beliau inilah penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan dan menurut pemikir Рpemikir besar itu untuk menjaga keseimbangan antara timur, barat, utara dan selatan perlu adanya badan yang disebut PBB ( perserikatan Bangsa _ bangsa ) yang tidak mempunyai ketua hanya dipimpin oleh seorang Sekjen sebab jika dipimpin oleh seorang ketua dari suatu negara akan terjadi konflik kepentingan dengan negara sang ketua tersebut untuk menghilangkan dominasi tersebut PBB hanya dipimpin seorang Sekretaris jenderal yang dapat menjaga perdamaian dan ketertiban dunia.

     Pada pemilihan presiden yang ke -7 inilah kita perlu merenungkan kembali apa yang akan dilakukan seorang presiden jika terpilih nanti mengenai hubungan internasional bangsa ini agar sesuai dengan isi pembukaan undang РUndang dasar 1945 tentang politik Luar negeri yang bebas dan aktif dan ikut dalam perdamaian dan ketertiban dunia, bagai mana seorang calon presiden meyakinkan pemilih tentang tujuan mulia ini?

     Pada saat ini secara garis besar Hubungan negara Рdengan negara lain dalam bentuk Dagang, Investasi dan Pariwisata dan ketahan dan pertahan suatu negara menjadi benteng yang harus dipertahankan oleh karena itu penguasaan teknologi menjadi salah satu ukuran untuk mengusai dunia tersebut dan untuk ikut menjadi pioner dalam perdamaian dan ketertipan dunia saat ini di kancah internasiol sepertinya masih sangat jauh kita ikut didalamnya sebab belakangan ini kita terlanjur terkenal di dunia untuk mengirim tenaga kerja ( TKI ) non skill ke negara lain di belahan dunia dan cap seperti ini memjadikan bargain position ( posisi tawar) kita akan rendah dimata internasional sebab dari tahun ke tahun pemerintah kita kelihatannya semakin menikmati devisa yang dihasilkan pembantu rumah tangga di luar negeri itu bagaimana calon presiden mencarikan solusi untuk tidak mengirim TKI lagi ke luar negeri.

     Seorang TKI yang harus meninggalkan, anak, suami/istri keluarga bekerja diluar negeri jadi pembantu seandainya rasa empati kita tinggi kita akan merasakan tangisan mereka malam Рmalam tidur di rumah majikannya diluar negeri saking dianya tidak dapat hidup di negaranya sendiri dengan gaji yang pas -pasan syukur kalau majikannya baik bahkan banyak juga mendapat perlakukuan yang tidak senonoh di negra orang lalu dimana kehadiran negara dalam hal ini? siapa yang menghapus air mata dari mereka ini,oleh sebab itu maysarakat bawah ini amat berharap jika pemimpin yang lahir di indonesia ini untuk dapat menciptakan lapangan kerja bagi TKI tersebut di negaranya sendiri dan daya beli dan kesejahterahan masyarakat akan terpelihara dengan baik. itulah harapan masyarakat.

     Setelah persolan harga diri bangsa ini dapat diatasi seorang pemimpin besar saat ini misalnya sudah harus memulai gagasan untuk merepormasi PBB tersebut sebab perdamain dan ketertiban dunia saat ini sudah mulai terganggu dengan kejadian seperti di Surya, Libiya,mesir, Irak , Afganistan, Pakistan, somalia dan lainnya kelihatannya kehadiran PBB dibeberapa tempat tersubut tidak dirasakan atau terlambat datang sehingga nasi sudah jadi bubur barang kali pemimpin besar yang lahir dari rahim ibu pertiwi ada dari indonesia untuk melakukan tugas dalam perdamaian dan ketertiban dunia tersebut, agar badan Рbadan PBB yang ada saat ini tidak dipergunakan oleh kepentingan sesaat oleh negara Рnegara yang menyuplai dana operasional terbesar kepada badan dunia yang terhormat tersebut sebab jangan lupa secara lahir memang ketuanya tidak ada tapi penulis menyakini badan duania tersebut dipimpin Allah secara langsung.  ( besambung )