Incumbent Harus Mundur

BF Sutadi

BF Sutadi

Surabaya – Setelah deklarasi rekomenasi untuk pencalonan Tri Rismaharini (Risma) sebagai Calon Walikota (Cawali) Surabaya yang diusung oleh partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai muncul reaksi.

BF Sutadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (DPC Gerindra) Surabaya mengatakan, Risma rentan menyalahgunakan wewenang selama proses tahapan Pilawli berlangsung.

Masih kata Sutadi, hingga kemarin Risma belum mundur dari jabatanya sebagai Walikota Surabaya. “Tidak adil kalau incumbent tidak mundur pada saat sudah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahkan setelah deklarasi,” teranganya.

Sutadi menambahkan, dipastikan Risma akan menggunakan fasilitas negara sampai penyalahgunaan wewenang dan jabatanya.

Sutadi mencontohkan, pada saat menghadiri kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bertemu dengan masyarakat, kegiatan tersebut jelas menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta fasilitas negara.

”Sementara calon lain kalau akan tatap muka dengan masyarakat harus menggunakan biaya sendiri dan menunggu waktu kampanye, ini yang sangat tidak adil dan harus dievaluasi, makanya, incumbent harus sudah mundur saat mendaftar dan harus sudah diganti Pelaksana Tugas (Plt),” jelasnya.