Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak Akan Deportasi Lima WNA Asal China

dsc_0003
Surabaya, portalnasional

Imigrasi Kelas 1 Tanjung Perak Surabaya akan mendeportasi lima orang warga negara asing (WNA) asal China karena telah diduga menyalahgunakan izin tinggal dan izin bekerja selama berada di Indonesia.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi Tanjung Perak Surabaya M Ridwan, dalam jumpa pers Jumat 30/09’16 mengatakan, kelima orang tersebut ditangkap saat bekerja pada proyek pekerjaan instalasi listrik di PT JA yang berada di Manyar, Gresik, Jawa Timur.

“Kelima WNA itu ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari Kanwil Kemenkumham Jatim terkait penyalahgunaan izin tinggal. Dan setelah kami tindak lanjuti dengan menyelidiki, ternyata memang benar lima WNA ini menyalahi izin tinggal selama bekerja di sini,” jelas Ridwan

“Lima WNA itu sebenarnya datang ke Indonesia dengan sponsor dari PT PPE. Namun, dalam berjalannya waktu ternyata lima WNA ini bekerja untuk PT ZI, kemudian perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan PT JA yang bergerak di bidang pemasangan instalasi listrik. Selama enam bulan lima WNA itu bekerja untuk PT JA yang beralamat di Jalan Manyar, Gresik,” ungkapnya

Berdasarkan itu, kemudian Imigrasi Tanjung Perak melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap lima WNA tersebut. Kelima WNA China yang ditangkap itu bernama Cao Junping (29), Chen Xiaogang (37), Due Xiaofeng (39), Qiao JianJun (34) dan Wang Zhuan (47).

“Kelima WNA China ini melanggar pasal 123 jo pasal 75 ayat 2 huruf a dan huruf f Undang-Undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Mereka dikenai tindakan pendeportasian dan pencekalan masuk ke Indonesia selama 6 bulan,” tegas Ridwan.
Ditanya mengenai pihak perusahaan yang memperkerjakan juga bakal dikenai tindakan, “Untuk pihak perusahaan kami beri peringatan, agar lebih berhati-hati memperkerjakan WNA,” kata Ridwan.

Ridwan berharap partisipasi masyarakat terkait adanya WNA yang telah menyalahgunaan izin tinggal. “Peran masyarakat sangat penting, kami berharap masyarakat melaporkan ke kami jika ada WNA yang menyalahgunakan izin tinggal,” harapnya. (gan)