Harus Pintar Mengambil Kebijakan

Adi Sutarwijono

Adi Sutarwijono

Surabaya – Walikota terpilih mendatang pasca Pemilihan Umum (Pemilu), harus pintar mengambil kebijakan di tahun pertama.

Mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang harus dilaksanakan belum sesuai dengan visi dan misi yang dibawanya.

Salah satu kebijakan pintar tersebut adalah sesegera mungkin mengajukan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) sehingga ada pijakan untuk APBD pada tahun setelahnya.

Adi Sutarwijono Wakil Ketua Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan pembahasan Rancangan (R) APBD Tahun Anggaran (TA) 2016 termasuk istimewa mengingat perbedaan perencana, pembahas dan pelaksananya.

Adi menyebut, perencanaan RAPBD TA 2016 telah dilakukan Tri Rismaharini (Risma) Walikota saat itu. Sementara dalam pembahasannya dikawal oleh Nurwiyatno Pejabat Sementara (Pj) Walikota Surabaya.

“Nantinya APBD TA 2016 dilaksanakan oleh wali kota baru, baik mungkin saja kembali bu Risma atau pak Rasiyo, tapi intinya APBD tahun pertama ini bakal tidak cukup sesuai dengan visi misi yang dibawa Walikota baru,” kata Adi.

Memang Nota keuangan RAPBD 2016 resmi diserahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kepada DPRD untuk dibahas.

Dalam Nota keuangan tersebut kekuatan APBD 2016 akan berkisar Rp (rupiah) 7,6 Triliun naik Rp 0,4 Triliun dari APBD 2015 Rp 7,2 triliun.

“Ya, Walikota baru harus pintar-pintar meenggunakan hak dalam PAK untuk bisa menguatkan program yang sesuai dengan visi misinya,” terangnya.