Harun, Angka Sekolah Peserta Unas Online Masih Bisa Bertambah

Harun (tengah), saat melakukan sidak

Harun (tengah), saat melakukan sidak

Jawa Timur, portal nasional Untuk memastikan kesiapan satuan pendidikan (sekolah) tingkat menengah dalam melaksanakan Ujian Nasional (unas) secara online, Harun, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di daerah kabupaten Pasuruan.

Di kabupaten Pasuruan, ada sekitar 9 sekolah yang siap melaksanakan Ujian Nasional (unas) secara online. Kesembilan sekolah tersebut adalah SMPN 1, SMPN 2 Pandaan, SMAN 1 Bangil, SMAN 1 Pandaan, SMAN 1 Purwosari, SMKN 1 Bangil, SMKN I Grati dan SMKN 1 Gempol. Kesembilan sekolah tersebut sudah memiliki sarana dan prasarana, seperti komputer dengan akses internet, yang merupakan alat pendukung dilaksanakannya unas secara online.

“Dari keseluruhan sidak, saya pastikan sekolah di Jawa Timur yang siap melaksanakan unas online ada sekitar 90 persen,” kata Harun.

Menurut Harun, setiap sekolah yang siap melaksanakan unas online harus benar-benar siap dalam segala hal, termasuk adanya sarana prasarana dan jaringan internet selama ujian berlangsung yang memadai.

“Saya tegaskan kepada semua sekolah, agar tidak menganggap remeh bahwa tidak akan ada masalah yang timbul pada saat ujian berlangsung. Bisa saja ada masalah meskipun itu kecil, dan hal tersebut harus bisa diantisipasi,” tegas Harun.

Selain masalah jaringan, Harun juga menitikberatkan pada masalah pasokan listrik, SDM pengawas, hingga tim teknisi. Untuk masalah pasokan listrik, Harun berharap kepada setiap sekolah untuk dapat berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di masing-masing daerah untuk menghindari adanya pemadaman.

“Kita sudah meminta bantuan PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik selama unas berlangsung. Tapi saya juga menghimbau kepada pihak sekolah untuk menyiapkan genset yang mampu mencover kebutuhan listrik pada pelaksanaan unas,” terang Harun.

Harun mengungkapkan, jumlah sekolah di Jawa Timur yang menyatakan siap mengikuti pelaksanaan unas online, jumlahnya kembali dipangkas oleh Kementerian Pendidikan.

Sebelumnya ada 131 sekolah yang diperbolehkan mengikuti unas online, namun tinggal 128 sekolah yang dinyatakan siap mengikuti unas online oleh Kementerian Pendidikan.

“Angka tersebut masih bisa bertambah karena proses verifikasi oleh Kementerian Pendidikan masih terus berjalan,” ungkap Harun.

“Setiap sekolah sepertinya sudah melakukan uji coba, mulai dari try out unas sampai pelaksanaan UTS (ujian tengah semester) maupun UAS (ujian akhir sekolah). Dan itu sangat saya apresiasi,” tandas Harun./*