Hanya Masalah Umur Saja

Jpeg

Surabaya – Dalam dengar pendapa di Komisi C bidang Pembanguan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Terkait berdirinya reklame yang ada di sekitar bangunan bersejarah yang berumur 50 tahun.

Bukhori Imron Wakil Ketua Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengatakan, semua itu masuk dalam cagar budaya karena usianya lebih dari 50 tahun.

“Cuma setelah kita kaji seperti pada viaduk di jalan sulawesi, sempat dikeluarkan izin mendirikan reklame,” tambahnya. “Dan sudah mendapat izin dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga Dinas Pekerjaaan Umum Cipta Karya (DPUCK) Surabaya,” ungkapnya.

“Setelah 2 kali, karena ada Peraturan Daerah (Perda) tentang cagar budaya, dimana dengan aturan itu sangat merugikan para pengusaha, seperti yang terjadi di toko 6,” bebernya.

Masih kata Bukhori, berdasar pakar tadi tidak semua cagar budaya mempunyai nilai ekonomis, selama tidak merubah bentuk dan menutupi itu tidak ada masalah.

Hal senada juga disampaikan Eddie Budi Prabowo perwakilan dari pengusaha reklame. “Kita fokus saja ke cagar budaya di jalan Kertajaya-Sulawesi,” kata Eddie.

“Ada beberapa kriteria salah satunya adalah umur, kalau itu bukan cagar budaya itu boleh dan itu diakui oleh pakar kalau cagar budaya kelas apapun itu boleh,” ungkapnya.

“Saya tidak bila lunak dan keras, dulu boleh, kenapa sekarang tidak boleh, sekarang kita teliti Perda nomor 05 tahun 2005 tentang cagar budaya, bangunan itu sama sekali tidak masuk kriteria hanya umur saja,” jelasnya.

“Cagar budaya itu bangunan lebih dari 50 tahun dan ada nilai sejarahnya, sama sekali tidak melanggar undang-undang tidak apa-apa,” pungkasnya.