Gus Nur Meminta Maaf

nuSurabaya – Sugik Nur Raharja (Gus Nur) akhirnya minta maaf dihadapan pengurus Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Surabaya.

Penyataan keras ataupun sikap yang kurang sopan diunggah dan viral di media sosial menyudutkan Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor dan Barisan Serba Bisa (Banser) secara organisasi.

Padahal niatan dirinya ditujukan hanya pada personal Kiai dan anggota GP Ansor.

“Intinya kami sudah baik, ojo diplintir-plintir maneh,” kata Gus Nur. “Saya akan memperbaiki diri saya sendiri sebab kita tak bisa merubah orang lain kalau tidak dari kita sendiri,” tambahnya.

“Wis anggepen aku sing salah, aku tak berubah, wis ojo diplintir-plitir lho yoh,” terang Gus Nur.

Farid Afif Ketua PC GP Ansor Surabaya mengatakan, bahwa forum tabayyun ini adalah silaturrahim. Sekaligus kami ingin mengerti arah berfikir Ustad Sugik ini dan ingin klarifikasi beliau terkait video-videonya yang diunggah di youtube dan media sosial.

Terkait menghina-hina NU, Ansor dan Banser dan lain sebagainya yang sudah kita lakukan adalah saling minta maaf kalau memang kami punya salah, Ansor dan Banser Surabaya minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan-perbuatan yang memang kasar, jorok dan kata-kata tak patut.

“Mudah-mudahan itu juga dilakukan oleh ustadz Sugik,” kata Afif. “Walaupun dalam forum tabayyun ini tidak ada titik temu yang jelas karena pembahasan terlalu melebar dan tidak bisa fokus terhadap persoalan di Kota Surabaya,” jelasnya.

“Kami berharap jangan lagi ada hujatan dan fitnah, serta mengedepankan dakwah yang santun dan lembut sebagaimana tengah-tengah Alqur’an yang dicetak tebal yaitu ayat Walyatalatthof yang artinya melembutkan,” pungkasnya.