Gizi Buruk Di Anggaran Triliunan

Reni Astuti

Reni Astuti

Surabaya – Semestinya dengan Anggaran Pendatapan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya sebesar Rp (rupiah) 9,1 triliun lebih, tidak ditemukannya masalah kesehatan. Namun faktanya, masih saja ditemukan gizi buruk di wilayah Kota Surabaya.

Reni Astuti anggota Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyampaikan, dirinya  mendapat laporan adanya gizi.

Langsung melakukan cek kebeneran dengan mendatangi ke Kedung Baruk nomor 67 Surabaya.

“Ternyata hal itu benar,” kata Reni. “Namanya Adi, dia laki-laki berumur 10 tahun,” tambahnya.

Masih kata Reni, berdasarkan keterangan yang di berikan oleh orang tua korban.

Anak tersebut sempat menjalankan sekolah sampai kelas 1 Sekolah Dasar (SD) hingga akhirnya teraudentifikasi terkena penyakit.

“Kata pak Eko (orang tua korban) setelah di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewandi anaknya di diagnosa dokter terkena penyakit lupus tapi ternyata bukan, ternyata dia terkena ginjal,” urainya.

Reni menambahkan, anak tersebut untuk saat ini harus melakukan perawatan intensif seminggu 3 kali di RSUD Dr Soetomo.

“Intinya, pelayanan kesehatanya harus lebih diperhatikan lagi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya,” jelasnya.