Gara-Gara Babi, Anggota Dewan Ribut

Dengar Pendapat Terkait Rumah Potong Hewan Pegirian

Dengar Pendapat Terkait Rumah Potong Hewan Pegirian

Surabaya – Dalam dengar pendapat di Komisi C bidnag Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya terkait penolakan warga pada Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian memotong babi.

Moch Machmud anggota Komisi C secara tegas tidak setuju dengan pernyataan Syaifuddin Zuhri Ketua Komisi C yang kukuh supaya RPH Pegirikan segera ditutup.

“Kalau seumpama ada kendala, itu yang dicarikan solusinya, bukan RPH yang dipindah,” tegas Machmud. “Kalau mau merelokasi harus dilakukan kajian dulu secara mendalam, jangan hanya asal pindah,” tambahnya.

“Pak Machmud kan baru datang, harusnya dengarkan dulu baru berkomentar,” pinta Syaifuddin.

Suasana berubah panas ketika beberpa warga juga menyudutkan Machmud. Bahkan Machmud tidak tahu persoalan dan tidak pantas duduk sebagai anggota dewan.

“Warga jangan ngomong seperti itu, jika warga seperti ini, lebih baik RPH Pegirikan tidak ditutup,” tandasnya.

Syaifuddin meminta agar Machmud tidak mengeluarkan statemen demikian. Sukadar yang juga anggota Komisi C menuding penyataan Machmud demikian karena masih terkena post power syndrome.

“Memang cara saya memberikan pendapat demikian, saya sampaikan ilustrasi dulu baru penjelasan,” ujar Machmud.

Sesaat kemudian dengar pendapat langsung ditutup dan tanpa menghasilkan keputusan apapaun dan akan dijadwalkan minggu depan.