FPL Tolak Deklarasi Penutupan Dolly

Tolak Penutupan Dolly

Tolak Penutupan Dolly

Surabaya – Puluhan massa yang tergabung dalam organisasi Front Pekerja Lokalisasi (FPL) saat ini tengah bergerak dari kawasan lokalisasi Dolly dan Jarak menuju gedung Islamic Center Surabaya (ICS).

Mereka menginginkan supaya Deklarasi Penutupan Lokalisasi Dolly dan Jarak yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada pukul 19.00 Waktu Indoensia Barat (WIB), tidak terlaksana.

Tidak lama kemudian para pengunjuk rasa kembali ke Dolly dan jarak untuk melakukan kordinasi.

Johan anggota FPL menyampaikan, Pemkot Surabaya harus membatalkan tersebut jika tidak ingin ada peperangan di Surabaya.

Johan menambahkan, penutupan ini tidak ada sosialisasi atau kesepakatan dari seluruh Pekerja Seks Komersial (PSK), mucikari dan warga.

“Risma tidak punya perasaan, mana hati nuranimu, anda tidak berhak menutup tempat pekerjaan kami, jangan ganggu kami urus saja dirimu, tempat ini adalah mata pencaharian kami, mau makan apa kami kalau tempat ini ditutup,” ucap Johan.

“Pokoknya kami tetap menolak penutupan ini, kami akan terus melawan sampai titik darah penghabisan,” tambahnya. “Karena Pemkot Surabaya hanya janji – janji kosong tanpa ada bukti yang nyata,” jelasnya.

“Kenyataanya kompensasi yang pernah dijanjikannya sebesar Rp (rupiah) 5 juta, ternyata yang diterima hanya menerima senilai Rp 1 juta,” paparnya.