Forum Pemuda DEYANGAN dan Lereng Menoreh Demo Ke Bupati

Aksi Demo yang tuntut Bupati Magelang tidak menghambat kesejahteraan rakyat

Aksi Demo yang tuntut Bupati Magelang tidak menghambat kesejahteraan rakyat

Magelang, portal nasional – Lebih dari 100 massa Perwakilan masyarakat dan pemuda Deyangan dan sekitarnya berangkat dari tugu patung pahlawan menuju kantor Kabupaten Magelang dengan sepeda motor.

Aksi tersebut dilakukan oleh Forum Pemuda Deyangan dan Forum pemuda Lereng Menoreh yang di Pimpin Pujiyanto (Yanto Pethuk) melakukan Unjuk Rasa kepada Bupati Magelang agar tidak menghambat keinginan warga untuk hidup sejahtera.

“Kami tertib dan patuh hukum, semua pakai helm dan tidak mengeraskan kenalpot motor,” kata Pujiyanto.

Ratusan massa tuntut bupati beri peluang kerja dan lapangan pekerjaan untuk ribuan warganya

Ratusan massa tuntut bupati beri peluang kerja dan lapangan pekerjaan untuk ribuan warganya

Setiba di depan gerbang kantor Kabupaten Magelang, massa di izinkan masuk untuk berorasi.

Dalam orasinya, Pujiyanto meminta kepada Bupati Magelang, Zaenal Arifin, untuk mempermudah proses perizinan perusahaan PT Woneel Sinar Utama (WSU) dan segala izin usaha lainnya. Selama perusahaan itu bermanfaat bagi masyarakat Magelang dan tidak merusak lingkungan jangan dihambat dengan alasan apapun.

“Saya sangat prihatin dengan kebijakan Bupati yang telah mencabut SK nya sendiri mengenai pembangunan PT WSU,” jelas Pujiyanto.

“PTUN sudah mengeluarkan putusan terkait pembangunan PT WSU. Tapi putusan inkra yang dimenangkan oleh PT WSU dimentahkan oleh Bupati,” terang Kiki dari FP Lereng Menoreh.

Ketua dan Pengurus Himpunan Forum Pemuda Magelang lakukan orasi di kantor kabupaten Magelang

Ketua dan Pengurus Himpunan Forum Pemuda Magelang Bersatu lakukan orasi di kantor kabupaten Magelang

Zaenal Arifin selaku Bupati Magelang bisa dianggap gagal karena tidak mematuhi putusan PTUN, tidak mampu memberi peluang pekerjaan untuk entas kemiskinan rakyatnya, tidak sanggup sejahterakan rakyatnya dengan menghambat kesejahteraan rakyat masyarakat setempat.

Setelah berorasi, perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh Sekda Kabupaten Magelang (Plt), Agung Trijaya, dan Kepala SKPD yang terkait sebab Zaenal Arifin tidak bisa menemui karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan./