Festival Panji Nusantara

1538612755478-280x157Jawa Timur – Setelah sukses menyelenggarakan Festival Panji Nasional tahun 2017 lalu di Kediri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara dengan nama “Festival Panji Nusantara” yang akan melibatkan peserta dari Thailand dan Kamboja. Acara dimulai di Taman Candrawilwatikta Pandaan (30/6 – 1/7), Taman Krida Budaya Jatim di Kota Malang (2/7), Candi Penataran Blitar (3/7), Pendapa Kabupaten Tulungagung (4/7) dan Candi Tegowangi Kediri (5/7). Tema festival ini adalah “Panji Merajut Keharmonisan Nusantara”.

Acara ini merupakan bagian dari “Festival Panji Internasional” yang diselenggarakan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan tanggal 27 Juni di Bali, berlanjut ke 5 (lima) kota di Jawa Timur, diteruskan ke Yogyakarta (6-8/7) dan Jakarta (9-13/7). Praktis acara ini dilangsungkan selama 15 (lima belas) hari di 8 (delapan) kota.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Jarianto, MSi, mengatakan, rangkaian acara “Festival Panji Nusantara” menyajikan beragam acara berupa pameran lukisan dan kerajinan dari bambu, parade musik bambu, kesenian bantengan, reog kendang, musik tradisi, seni pertunjukan Ronteg Singo Ulung, sajian tari kolosal delegasi Panji Nusantara dari STKW Surabaya, pameran seni rupa instalasi benda kuno dan Wayang Panji, dan Lomba Lukis Hari Anak serta pemutaran film dokumenter dan dialog seni.

Jarianto menambahkan, Festival Panji Nusantara ini direncanakan akan diselenggarakan setiap tahun secara berkala di kota-kota Jatim secara bergantian.

Belakangan memang sastra dan Budaya Panji merupakan local genius nenek moyang bangsa Indonesia. Sastra Panji lahir pada akhir abad ke-14, pada era Majapahit. Tokoh utama cerita Panji adalah Raden Inu Kertapati, putera mahkota Kerajaan Jenggala, dan kekasihnya Dewi Sekartaji, puteri kerajaan Daha. Dari masa ke masa cerita Panji sangat populer dan digemari masyarakat sehingga cepat menyebar ke wilayah Nusantara, bahkan melanglangbuana ke Asia Tenggara, terutama Malaysia, Kamboja dan Thailand. Cerita Panji diabadikan di beberapa relief candi di Jawa Timur.

Panji tidak saja mencakup bidang sastra, tetapi juga berkembang dalam berbagai bentuk transformasinya, antara lain menjadi inspirasi dalam seni pertunjukan (musik, tari, teater), wayang beber, komik, seni media dan film, dan seni kriya/kreatif seperti topeng dll. Sastra-budaya Panji sebagai sumber inspirasi karya seni dan nilai kehidupan, saat ini mulai dilupakan. Sehingga diperlukan upaya revitalisasi, reaktualisasi dan rekreasi sastra-budaya Panji untuk menumbuhkan kembali memori-bersama tentang sastra dan budaya Panji. Melalui berbagai ekspresi sastra-budaya Panji yang beragam, kekinian dan menarik, sehingga generasi mileneal/ zaman now mengenal jejak warisan sastra dan budaya Panji. (*)