Festival Dalang Bocah Jawa Timur 2018

Salah satu peserta di Festival Dalang Bocah 2018 sedang melakukan lakon Wayang Kulit

Salah satu peserta di Festival Dalang Bocah 2018 sedang melakukan lakon Wayang Kulit

Jawa Timur, portal nasional – Penyelenggaraan Festival Dalang Bocah yang dilakukan oleh UPT Laboratorium, Pelatihan dan Pengembangan Kesenian Dinas Kebudayaan Dan Parwisata Provinsi Jawa Timur, disamping bertujuan melestarikan seni budaya melalui pengenalan kesenian sejak usia dini, hal ini juga ditujuka untuk menanamkan rasa cinta anak terhadap seni budaya sekaligus sebagai upaya menumbuhkan jiwa nasionalisme dalam ramgka memperkokoh jati diri bangsa.

Selain itu juga untuk menumbuhkan apresiasi seni bagi anak-anak khususnya pada seni pedalangan sekaligus menggali, membina, memupuk bakat dan minat anak-anak pada seni pedalangan.

Festival tahunan yang sudah diselenggarakan 2 kali oleh UPT Laboratorium, Pelatihan dan Pengembangan Kesenian Dinas Kebudayaan Dan Parwisata Provinsi Jawa Timur pada tahun ini diikuti oleh 24 dalang bocah dari daerah kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur.

Dalam pagelaran pakeliran wayang kulit yang masing-masing peserta memiliki durasi waktu 45 menit dalam setiap lakon yang dibawakannya.

Penyajian ceritera, ditampilkan dalam bentuk lakon dan bukan petilan ataupun fragmen dimana isi ceritera disesuaikan dengan perkembangan jiwa anak-anak.
Pada Festival Dalang Bocah tahun 2018,

Pihak penyelenggara akan memberikan penghargaan pada kategori : 1. Grup Penyaji Mumpuni, 2. Grup Penyaji Terbaik Non Ranking, 3. Dalang Ngabei, 4. Dalang Sabet Terbaik, 5. Dalang Catur Terbaik, 6. Dalang Greget.
Peraih penghargaan terbaik akan mendapatkan Trophy, Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan.

Sistim penilaian dikonsentrasikan pada penampilan dalang dan penguasaan aspek pedalangan dalam Sabet dan Catur, Iringan serta Kreatifitas yang meliputi pemilihan materi sajian dan penggarapan materi sajian.

Kali ini daerah kabupaten/kota yang mengikuti apresiasi pada Festival Dalang Bocah Tahun 2018 yakni : 1. Kota Surabaya (Ataina Rusyda Fauziyah), 2. Kab Ponorogo (Septian Nugraha P), 3. Kota Kediri (Galang Pramu Sadewo), 4. Kota Ponorogo (Selvira Angelina Rifean),

5. Kab Pacitan (Gandang Gondo W), 6. Kota Surabaya (Faisal Mauliddurohman), 7. Kab Ngawi (Rico Eka Saputra), 8. Kab Trenggalek (Ahmad Novan Setiyono), 9. Kab Ngawi (Laudza Naufal S),

10. Kota Malang (M Seno Adji W), 11. Kota Surabaya (M Alif Satria D), 12. Kota Madiun (Daffa Sakrisna Prasetyo), 13. Kab Jember (Angga Cahya Gunawan), 14. Kota Madiun (Nabil Ekri Rasfadillah H),

15. Kab Mojokerto (Mohammad Siswoyp), 16. Kab Mojokerto (Sri Bawono Kusdi W), 17. Kota Kediri (Doni Santosa), 18. Kab Mojokerto (Rizky Tri Fitrianto), 19. Kab Madiun (Revangga Trirezaldhi),

20. Kab Tulungagung (Muhammad Rafi N), 21. Kab Madiun (Maharesi Anggarayana), 22. Kab Tulungagung (Wahyu Bagus Setyawan), 23. Kota Batu (Rafiddias Alfa), 24. Kab Gresik (Damar Jati Kisworo J).

Pelaksanaan dilakukan di Taman Budaya Jawa Timur jalan Gentengkali No 85 Surabaya dari tanggal 10 hingga 11 April 2018.

Menurut Jarianto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Profinsi Jawa Timur, dengan adanya Festival Dalang Bocah yang setiap tahinnya diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Jawa Timur, daerah kabupaten/kota yang ada di jawa timur memiliki apresiasi tinggi dan menunjukan rasa nasioalisme serta cinta tanah air melalui seni budaya tradisi yang ada untuk dilestarikan, dijaga dan dikembangkan pada generasi muda./*