Fasilitas Ibadah Hilang, GB Ansor Akan Kirim Surat

Gedung DPRD Surabaya

Gedung DPRD Surabaya

Surabaya – Pembangunan gedung baru berlantai 8 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya telah mulai dilaksanakan.

Pembangunan tersebut diyakini menelan anggaran sebesar Rp (rupiah) 60 miliar.

Parahnya lagi, masjid yang telah dipugar rupanya belum ada masjid sementara.

Farids Afif Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya mengakui mendapat keluhan dari sejumlah masyarakat yang bingung saat akan melaksanakan ibadah sholat.

Masih kata Afif, seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) bijak dengan merelokasi fasilitas ibadah itu sebelum membongkar masjid.

“Kami akan surati Wali Kota Surabaya,“ kata Afif. “Kami minta Bu Risma segera menyiapkan fasilitas ibadah sementara,“ tambahnya.

“Sampai bangunan masjid yang baru selesai di bangun,“ ungkapnya. “Jangan sampai pembangunan gedung baru mengorbankan ibadah masyarakat,” urainya.

“Jangan sampai nantinya masjid yang baru nanti di bangun di basement atau tempat parkir,“ tegasnya.

“Harus di lantai tersendiri dan harus lebih bagus dari bangunan fisik masjid yang lama,“ jelasnya.

“Kalau masjidnya bagus, Insya Allah, ibadahnya lebih khusyu,” pungkasnya.