Empat Pejabat Di Kemendikbud Dan BUMN Jadi Tersangka

Setia Untung Arimuladi

Setia Untung Arimuladi

Jakarta РKejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta melakukan penahanan terhadap empat tersangka kasus dugaan korupsi pada proyek penelitian, pengembangan pendidikan dan kegiatan pemetaan pendataan pendidikan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun anggaran 2010.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung), Setia Untung Arimuladi, mengatakan kasus dugaan korupsi ini memiliki nilai kontrak Rp 85.787.244.180 dan 2011 dengan nilai kontrak Rp 45.805.807.000.

Menurutnya, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sejak 29 Mei 2013 telah menetapkan empat orang tersangka atas nama Suhenda Bin H.M. Ekom, PNS Kemendikbud; Effendy Hutagalung, mantan PNS Kemendikbud (Pensiunan); Mirma Fadjarwati Binti Amir Yusuf Malik, Karyawan BUMN (Mantan Direktur Operasi PT Surveyor Indonesia); dan Yogi Paryana Sutedjo Bin Sutedjo, Karyawan BUMN (mantan Kepala Unit Usaha Strategis Jasa dan Pemerintahan II PT Surveyor).

“Diduga dalam pelaksanaannya dinyatakan telah selesai 100 persen, padahal kenyataannya hasil pekerjaan tidak selesai serta adanya beberapa item pekerjaan yang fiktif dan kurang volume pekerjaan,” kata Untung melalui siaran persnya.

Untung menambahkan, pasal yang disangkakan kepada para tersangka adalah Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 9 UU No 31 Tahun 1999 Jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Kerugian negara atas dugaan korupsi tersebut (untuk sementara) sebesar 55 miliar rupiah,” terang Untung.