Eksekusi Terganjal PK

Hukuman Mati

Hukuman Mati

Jakarta – Tanda-tanda akan dilakukan eksekusi mati terhadap 10 gembong narkotika internasional masih gelap. Kejaksaan Agung (Kejagung) pernah menyampaikan dalam waktu dekat, mereka yang telah ditolak grasinya oleh Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia (RI) akan dieksekusi.

Namun hingga memasuki bulan 03/2015 jelas sekali belum ada akan melakukan eksekusi terhadap mereka. Terganjalnya jadwal eksekusi tersebut disebabkan beberapa diantara mereka tengah mengajukan upaya hukum berupa Peninjauan Kembali (PK).

Prasetyo Jaksa Agung (Jagung) menyatakan, dalam waktu dekat akan mengevaluasi ulang rencana eksekusi mati. “Kita berharap secepatnya akan turun,” tambahnya.

Masih kata Prasetyo, Kejagung tidak mungkin melangkahi hukum yang dilakukan Mahkamah Agung (MA) terkait upaya hukum PK terpidana mati.

Nama-nama terpidana mati yang mengajukan PK adalah, Mary Jane Viesta Veloso dari Negara Filipina, Serge Areski Atlaoui dari Negara Prancis serta Martin Anderson dari Negara Ghana.