Dua Komisi Mengharapkan Keberadaan Microcell Diatur Sehingga Tidak Merusak Estetika Kota

Herlina Harsono Nyoto

Herlina Harsono Nyoto

Surabaya – Pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang dengan pesat. Terutama pada daerah-dearah yang menjadi detinasi investasi semakin tidak terbendung.

Rupanya hal tersebut menjadi atensi kalangan legislatif surabaya. Persaingan usaha di wilayah surabaya juga harus mendapat perhatian dari kalangan birokrat surabaya sendiri.

Herlina Harsono Njoto Ketua Komisi A yang membidangi masalah Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya seharusnya tidak tinggal diam dalam proses perizinan pemasangan Microcell.

Herlina menambahkan, hingga saat ini belum ada Tim Koordinasi penyelenggaraan Menara Microcell, meskipun Paraturan Walikota (Perwali) nomor 08 tahun 2015 tentang Microcell telah terbit sejak bulan 02/2015 lalu.

Hal yang disayangkan Herlina, bahwa sudah sejak lama telah mendapat perhatian dari Komisi A terkait masalah perizinan tersebut. Akibatnya tidak sedikit bermunculan Microcell tidak berizin dibeberapa tempat.

Dirinya mengkhawatirkan kedepan Pemkot Surabaya akan kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dikarenakan sama sekali tidak ada retribusi, tentunya tidak ada anggran yang masuk ke Kas Daerah (Kasda).

Herlina mengungkapkan, mendorong penyelenggaraan microcell tidak menggunakan sistem lelang seperti yang diatur dalam Perwali melalui unit pelayanan pengadaan. “Jika di lelang khawatirnya monopoli seperti titik reklame dan tower yang ada,” terangnya.

Vinsensius anggota Komisi C yang membidangi masalah Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mengatakan, hal itu akan dimanfaat pihak provider melakukan koordinasi dengan pengusaha reklame, melalui kerjasama Bussiness to business.

“Mereka sewa lahan, papan reklame yang ada dipasang microcell,” tambahnya. “Ini harus dirumuskan, dibuat ketentuan yang jelas, jangan sampai dimultifungsikan,” tegasnya.

Awey menyampaikan, dengan adanya pengaturan pemasangan microcell tujuannya tidak merusak estetika kota. Satu provider tidak perlu mendirikan microcell sendiri, namun ada wadah yang mengakomodasi untuk beberapa microcell.