DPRD Pertanyakan Proses Rekrutmen Direktur PDPS dan PDTS KBS

Masduki Toha

Masduki Toha

Surabaya – Mundurnya Karyanto Wibowo selaku Direktur Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Surabaya yang hampir bersamaan dengan mundurnya Ratna Achjuningrum sebagai Direktur Perusahaan Daerah taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) membuat Masduki Toha Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya sangat prihatin.

“Dulu proses rekruitmennya bagaimana, sekarang keduanya diminta mundur sama Walikota,” kata Masduki Toha. “Saya yakin keduanya adalah orang-orang profesional di bidangnya, dan untuk bisa lolos sebagai direktur tentunya sudah melalui proses seleksi yang sangat ketat,” tambahnya.

Masih kata Masduki, sesuai Peraturan Daerah (Perda), unsur yang terlibat di dalam manajemen PD tidak hanya direksi, tetapi juga ada Badan Pengawas (Bawas) dan Walikota sebagai pemegang keputusan tertinggi.

“Jadi harus dikaji betul, apa yang menjadi akar persoalannya, dan tidak bisa disikapi secara emosional, mereka itu sudah mengajukan rencana kerja tahunan, dan itu sudah melalui persetujuan Bawas dan Walikota,” ungkapnya.

“Artinya, rencana kerja itulah yang harusnya menjadi acuan, biar tidak subyektif,” terang Masduki.

Bahkan Masduki juga menyoroti hasil temuan saat dengar pendapat di Komisi B bidang Perekonomian (Eko) DPRD Surabaya pada tangga 02/02/2014 lalu. Ternyata Samba Perwirajaya Ketua Bawas PDPS juga merangkap jabatan sebagai Ketua Bawas di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada juga PT Surya Karsa Utama.

Sesuai Perda nomor 06 tahun 2008 di pasal 30 ayat (3) disebutkan, untuk dapat diangkat sebagai Bawas harus memenuhi persyaratan sebagai berikut, point (a) Menyediakan waktu yang cukup.

“Kalau merangkap jabatan di beberapa BUMD, apa yang bersangkutan bisa melaksanakan kewajibannya secara professional, belum lagi, aktivitas yang bersangkutan sebagai pengacara, kalau profesi pengacaranya masih aktif, bakal lebih celaka lagi,” paparnya.

“Sampai sekarang kami mencari pengganti Pak Samba melalui proses rekruitmen, selama proses rekruitmen belum selesai inilah jabatan Pak Samba sebagai Ketua Bawas PD Pasar diperpanjang,” jelas M. Taswin Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan (Eko Pemb) Sekretaris (Sek) Kota Surabaya.

“Saya tidak kenal baik dengan Karyanto, tetapi saya berusaha melihat persoalan ini dengan jernih, demikian juga teman-teman dewan yang lain, dasar evaluasi kami jelas dan terukur, disamping itu yang menjadi catatan kami,” jelasnya.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga kurang peka menyikapi persoalan perkembangan pasar tradisional ini, rangkap jabatan Bawas salah satu contohnya, dan belum lagi pada persoalan kesiapan Surabaya dalam menyikapi kebijakan pasar bebas ASEAN, MEA, pada tahun 2015 ini,” pungkasnya.