Dokter BPJS Kesehatan, Pengabdian Mereka Jangan Dihargai Rendah

Baktiono

Baktiono

Surabaya – Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat masih menyisahkan berbagai masalah. Akibat perlakuan yang diterapkan oleh pemerintah pusat membuat pelayanan BPJS Kesehatan tidak maksimal.

Informasi yang didapat, untuk dokter yang menangani progam BPJS Kesehatan setiap pasien hanya diberi Rp (rupiah) 6 ribu hingga Rp 8 ribu.

“Untuk dokter BPJS Kesehatan sudah ada ketentuan, memang mereka pengabdian, untuk pengabdian itu jangan dihargai rendah,” kata Baktiono Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Kalau kita melihat itu harus dihitung ulang, BPJS Kesehatan itu kalau kami dievaluasi larisnya luar biasa, maka bagaimana cara mereka untuk mengabdi, marginnya tidak terlalu berbeda dengan Rumah Sakit (RS) swasta,” tambahnya.

“Karena RS pemerintah bukan provit orionted tapi orientasinya adalah sosial, dengan dibukanya program BPJS Kesehatan banyak sekali yang ingin mendaftar menjadi anggota, bahkan harusnya BPJS harus membuka cabang lagi,” terangnya.

Masih kata Baktiono, karena itu merupakan kebijakan pusat jadi dengan membukanya cabang menunnggu keputusan pusat. “Alasan yang disampaikan petugas BPJS Kesehatan di daerah belum diberi pegawai lagi,” ungkapnya.

Baktiono menambahkan, surabaya akan merencanakan Peraturan Daerah (Perda) pelayanan kesehatan. “Nantinya akan mengatur tentang semuanya bahkan sampai dengan rujukan pasien ke RS,” terangnya.

“Jadi kita akan mempermudah pelayanan kesehatan bagi warga surabaya, dan tidak mempersulit warga untuk mendapatkan berobat, itu untuk non BPJS Kesehatan, anggaran kesehatan ada 18 persen dari total anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya,” jelasnya.