Dituding Lakukan Pencemaran Nama Baik

Baktiono

Baktiono

Surabaya – Pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin merupakan hal yang sangat mahal. Kali ini terjadi pada salah seorang pasien yang memegang kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan.

Pasien yang memegang kartu BPJS Kesehatan dan datang ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Perak Timur ternyata tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya.

Bahkan kartu pasien ditahan oleh pihak Puskesmas Perak Timur. Pasien tersebut malah disuruh membayar sebesar Rp (rupiah) 5000. Setelah Baktiono anggota leislatif surabaya mendapat laporan dari msayarakat dan memberikan stateman terait pelayanan.

Rupanya Nurul Hidayah selaku Puskesmas Perak Timur tersinggung dengan stateman yang disampaikan Bakiono. Menanggapi akan dilaporkan terkait pencemaran nama baik. “Saat ini saya diam dan menunggu laporan tersebut,” tambahnya.

“Justru Puskesmas itu yang tidak menjalankan fungsinya sebagai pelayanan, terutama pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menghambat program dari pemerintah,” terangnya.

Masih kata Baktiono, kartu BPJS Kesehatan itu untuk berobat dan mereka yang memegang membayar. “Pemegang kartu BPJS itu sama sekali tidak dibebankan untuk membayar, mulai dari obat hingga kamar, asalkan tidak meminta obat maupun kamar sendiri,” paparnya.

Baktiono menambahkan, fungsi dari legislatif sendiri adalah sebagai kontrol. Kinerja terhadap petugas pelayanan yang ada di Puseksmas Perak Timur harus dievaluasi.

“Penarikan itu sudah termasuk pungutan liar (pungli), dan pungli sama sekali tidak diatur dalam Undang-Undang (UU),” pungkasnya.