Diteror, Lapor Polisi

paluJakarta – Alasan yang diungkapkan oleh Ikatan Hakim Indonesia (Ikahi) mengusulkan 10 tahun penjara bagi pengkritik pengadilan. Dianggap oleh masyarakat hal yang akan membungkam kebebasan.

“Hakim tidak mau diawasi, apa yakin putusannya benar-benar adil, sedangkan tidak sedikit Hakim yang bermasalah, bahkan menguntukan pihak tertentu,” kata Beby.

“Rancangan Undang-Undang (RUU) Contempt of Court (CoC), kami yakin akan membungkam semua tanpa terkecuali,” kata Widi.

“Hukum akan dipermainkan oleh kalangan tertentu dan tidak sedikit nantinya masyakat yang masuk jeruji besi karena mengkritik hakim,” kata Billi.

“Terkait tudingan banyak hakim yang mendapat teror, kenapa tidak lapor ke pihak kepolisian, sangat tidak mungkin pihak kepolisian tidak mengamankan,” terangnya.