Disperindag Jatim Pastikan Bantu Perajin Rotan

budi setiawan, kadisperindag prov. jatim

budi setiawan, kadisperindag prov. jatim

Jawa Timur – Secara nasional, ekspor rotan pada 2013 hanya mencapai USD1,7 miliar atau sekitar 1,5 persen dari pasar rotan dunia yang mencapai USD124 miliar. Bahkan, ekspor rotan Indonesia jauh di bawah Vietnam yang mencapai USD4,2 miliar.

Adanya pasokan bahan baku rotan ke industri kerajinan rotan dalam negeri, khususnya untuk pengusaha di Jawa Timur yang tersendat karena permainan mafia rotan di daerah penghasil dan mengakibatkan perlambatan kinerja ekspor kerajinan rotan ke berbagai negara tujuan.

Untuk menanggulangi permasalahan yang ada, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur (Jatim) berjanji akan membantu dan menfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) sektor kerajinan rotan.

Menurut Budi Setiawan, Kepala Disperindag Jatim, tata niaga rotan memang harus dibenahi agar jalur distribusi tidak panjang. Perlu ada fasilitas yang dibangun, apakah nanti dengan membangun gudang rotan di sana atau dengan penyediaan fasilitas lainnya.

Hal ini harus dilakukan untuk menyiapkan IKM menguasai pasar industri kerajinan rotan. Selama ini, pengepul di daerah penghasil yang menguasai perdagangan rotan. karena petani rotan diberi upah dahulu sebelum masuk hutan untuk mencari rotan.

“Jika dibanding tahun kemarin, akses ke bahan baku rotan memang sudah mulai terbuka karena adanya kerja sama IKM Jatim dengan petani,” kata Budi Setiawan.

“Dan dalam waktu dekat, kami juga akan memperbarui kerja sama yang telah kami buat bersama Kalimantan. IKM harus difasilitasi agar mereka bisa menguasai perdagangan kerajinan rotan,” sambung Budi Setiawan.

“Pasar rotan dunia cukup besar karena kerajinan rotan ini unik. Banyak konsumen dari luar negeri yang berminat, seperti Eropa, Amerika, Jepang dan Amerika Selatan. Mereka menjadi konsumen terbesar dunia karena kebiasaannya yang sering ganti furniture tiap musim,” terang Budi Setiawan./* (adv)