Disinggung Setengah Hati, Pemkot Bantah Tidak

pasarSurabaya – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merevitalisasi Pasar Tunjungan, kembali diminta oleh anggota legislatif surabay dari Komisi B bidang Perekonomian (Eko).

Eddy Rusianto anggota Komisi B DPRD Surabaya mengungkapkan, terkait rencana itu sebenaranya sudah lama digaungkan oleh Pemkot. Berdasar catatan yang dimiliki anggota dewan, Pemkot terkesan setengah hati dalam mewujudkannya.

“Memang kita pernah diajak ngomong soal itu, tapi untuk kelanjutannya kita kurang tahu,” ujar Eddy.

Masih kata Eddy, belajar dari kegagalan revitalisasi sejumlah pasar oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, diminta Pemkot tidak hanya melibatkan konsultan pembangunan, tapi lebih dari itu, konsultan perekonomian atau bisnis juga harus dilibatkan.

“Untuk masalah konstruksi itu gampang, karena banyak yang bisa, tapi penataan di dalamnya itu juga perlu diperhatikan untuk penataan stannya,” tambahnya.

Disinggung tentang belum direalisasikannya revitalisasi tersbeut, merupakan indikasi jika Pemkot kurang serius, sedangkan alokasi anggaran yang dibutuhkan sudah disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.

“Untuk nominal pastinya saya kurang tahu, tanya saja ke Badan Anggaran (Banggar) soal itu,” tandasnya.

Reni Astuti

Reni Astuti

Reni Astuti anggota Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) DPRD Surabaya mengingatkan, Pemkot Surabaya agar tidak sembarangan merevitalisasi Pasar Tunjungan. Menurutnya, dengan lokasinya yang cukup strategis, jangan sampai potensi luar biasa yang ada tidak bisa dimaksimalkan dengan baik.

Menurut Reni, jika Pemkot serius ingin mengembangkan pasar tunjungan, seharusnya Pemkot telah menyiapkan konsep yang matang.

Baik untuk pembuatan Detail Enginering Design (DED), awal pembangunan hingga batas waktu kapan pasar tersebut tuntas dibangun.

Reni berharap Pemkot mampu membuat perencaan yang matang. sehingga kawasan tersebut mampu menumbuhkan sektor ekonomi di Surabaya. Karena sudah menjadi rahasia umum, jika letak Pasar Tunjungan sangat dekat dengan pusat perbelanjaan dan jasa.

Henro Guanwan Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya menegaskan, Pemkot serius dalam mengembangkan Pasar Tunjungan.  Bahkan sebagai bukti keseriusan rencana itu, Pemkot telah memberikan dana sebesar Rp 10 miliar sebagai penyertaan modal awal.

“Untuk total dana yang digunakan kita belum bisa mengatakan,” aku Hendro. “Rencananya untuk laintai satu khusus untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM), sementara lantai atasnya baru diperuntukkan bagi yang lain,” terangnya.