Disegel Manajemen Grand City Pasrah

Akses Masuk Dan Keluar Grand City Mall Disegel

Akses Masuk Dan Keluar Grand City Mall Disegel

Surabaya – Pasca dilakukan pembahasan di dalam dengar pendapat pada Komisi C bidang Pembangunan (Pemb) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya serta Kepolisian Sektor (Polsek) Gubeng melakukan penyegelan akses masuk dan keluar Grand City Mall (GCM).

Semua itu dilakukan sebab GCM diketahui belum mengantongi ijin Analisa Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin), sedangkan dari manajemen GCM tidak melakukan perlawanan.

Tidak hanya itu, ternyata GCM juga tidak dilengkapi ijin yang lainnya seperti Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) juga Ijin Hinder Ordinantie (HO) yang sudah lama mati hingga saat ini masih belum diperpanjang.

“Kami harus melakukan penutupan ini karena perubahan akses yang merupakan persyaratan Amdal Lalin yang kami sampaikan tidak kunjung dipenuhi,” kata Ruben Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas (Kasi Manag LL) Dishub Surabaya

“Dampaknya sangat signifikan, disamping bisa mengurai kemacetan dan kesemrawutan arus lalu lintas, juga bisa mengurangi ancaman kecelakaan,” tambahnya.

“Kami hanya mengikuti dengan harapan setelah ini kami bisa memperpanjang semua ijin yang selama ini terhenti pengurusannya karena surat ijin Amdal Lalinnya dari Dishub Surabaya belum kami dapatkan, yang tentu dengan melakukan berbagai perbaikan yang disarankan oleh Dishub,‚ÄĚ kata Stevi Widya selaku Operation Manager GCM.

“Saya minta ijin untuk menggali saluran yang ditutup untuk memfungsikan kembali saluran air, dan saya sarankan pintu ini ditutup permanen dengan pagar karena ijinnya tidak akan mungkin bisa dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, yang penting saya sudah ijin dan memberitahu,” pinta Irvan Widianto Kepala Satpol PP Surabaya.