Diputus Telkom Lapor Dewan

karyawan Telkom Mengadu Ke Dewan

Karyawan Telkom Mengadu Ke Dewan

Surabaya – Permasalahan tenaga kontrak selalu berimbas pada kaum buruh sendiri. Hasil keputusan yang dikeluarkan baik dari pimpinan perusahaan maupun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tidak pernah berpihak pada kalangan buruh.

Kali berimbas pada puluhan tenaga kontrak pada perusahaan Telekomunikasi (Telkom) yang datang ke Komisi D bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.

“Setiap tahun selalu berpindah perusahaan untuk memperpanjang kontrak, semua itu untuk mencari Upah Minimum Regional (UMR) yang rendah,” kata Lilik Fitria salah seorang tenaga kontrak Telkom.

“Bisa juga alasan perusahaan untuk memindah karyawan ke daerah lain supaya tidak memperpanjang kontrak, inti dari semua ini adalah pesangon,” ungkapnya.

“Kita ingin dijadikan karyawan tetap dan menuntut masih bekerja, gaji saya Rp (rupiah) 2,2 juta bersih tanpa ada yang lain,” ungkapnya.

Tenaga Kontrak yang diperkerjakan ke Telkom sekitar 500. Setiap tahunnya selalu ada pengurangan. Pada akhir-akhir ini yang dikeluarkan ada sekitar 17 orang tiap bulannya.