Dinas Perkebunan Jatim Lakukan Langkah Presentatif Pasca Erupsi Kelud

samsul arifien bersama petani kakaoJawa Timur – Dampak letusan Gunung Kelud terhadap tanaman perkebunan rakyat telah memberikan gambaran intensitas kerusakan tanaman perkebunan rakyat di wilayah Provinsi Jawa Timur. Moch. Samsul Arifien, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur secara langsung turun kelapangan terkait proses pelaksanaan evaluasi sebagai wujud responsif Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur untuk bisa segera dilakukan tahapan pemberian bantuan yang diperlukan.

Pasca letusan gunung Kelud mengakibatkan kerusakan pada tanaman perkebunan rakyat yang dikategorikan menjadi 4, yaitu: rusak ringan (estimasi penurunan produksi < 15%); rusak sedang (estimasi penurunan produksi 30%); rusak berat (estimasi penurunan produksi 60%); dan rusak total / puso (tanaman mati dan produksi 100% hilang).

Diketahui, luas areal perkebunan di Jawa Timur yang terkena dampak erupsi Gunung Kelud mencapai 6.792 Ha, meliputi tanaman tebu rusak ringan seluas 4.292 Ha dan akan mengakibatkan penurunan produksi 5 – 15 %. Sedangkan tanaman kopi, kakao dan cengkeh estimasi kerugian ditaksir mencapai Rp. 13,991 miliar. Setelah dilaksanakan pendataan di lapangan, maka terhadap kerusakan tanaman perkebunan yang perlu penanganan pasca bencana adalah seluas 1.184 ha, terdiri dari: komoditi kopi seluas 333 ha, kakao 372 ha dan cengkeh 479 ha. Kerusakan tersebut berada di wilayah Kabupaten Kediri seluas 1.100 ha meliputi komoditi kopi, kakao dan cengkeh dan di wilayah Kabupaten Malang berupa komoditi kakao seluas 84 Ha.

Sedang kerusakan yang dialami Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri adalah yang paling parah, di mana komoditas perkebunan yang ada di sana yaitu kopi, kakao dan cengkeh mengalami kerusakan total / puso. Kondisi tanaman terbakar oleh terpaan material vulkanik yang diduga masih panas karena jarak lokasi yang dekat dengan puncak Gunung Kelud. Demikian halnya yang terjadi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, di mana tanaman kakao yang ada di sana juga mengalami kerusakan total / puso.

Kerusakan tanaman tersebut tentunya tak dapat diperbaiki lagi, sehingga upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan penanaman kembali dengan bibit baru. Sementara di lokasi terdampak lainnya yaitu di Kabupaten Kediri meliputi Kecamatan Kepung, Ngancar dan Kandangan kerusakan ringan sampai berat yang terjadi masih dapat diperbaiki karena kondisi tanaman yang masih hidup.

Dari hasil evaluasi selama kunjungan di wilayah terdampak erupsi Gunung Kelud tersebut, Moch. Samsul Arifien, melakukan pertemuan dan ber koordinasi dengan Kepala Dinas Kehutanan & Perkebunan berikut staff Kabupaten Kediri serta Kepala Bidang dan UPT Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur. Dari pertemuan dan koordinasi tersebut menghasilkan beberapa keputusan dan langkah-langkah strategis untuk membantu petani perkebunan yang mengalami kerugian akibat erupsi Gunung Kelud.

Untuk tingkat kerusakan tanaman ringan, sedang dan berat yang melanda tanaman kopi dan kakao dilakukan: pembersihan kebun, pengolahan tanah / piringan pohon, pemangkasan (ringan, sedang s.d. berat), pemupukan (NPK dan Pupuk Organik), dan pembuatan rorak; dan untuk tanaman cengkeh dilakukan: pembersihan kebun, pengolahan tanah / piringan pohon, pemupukan (NPK dan Pupuk Organik), dan pembuatan rorak.

Sedangkan kerusakan tanaman yang rusak total / puso dilakukan rehabilitasi lahan: pembersihan kebun dari kerikil dan debu vulkanik, pengolahan tanah dengan pupuk organik, penanaman tanaman naungan dan penanaman bibit kopi, kakao dan cengkeh pada musim hujan yang akan datang.

Pemantapan koordinasi berikutnya menghasilkan rencana aksi yang akan dilakukan terhadap petani perkebunan yang mengalami dampak erupsi Gunung Kelud. Penanganan pasca bencana untuk tanaman kopi, kakao dan cengkeh yang rusak ringan s.d. puso di Kabupaten Kediri dan kerusakan total kakao / puso di Kabupaten Malang diusulkan melalui dana APBD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp. 5,8 miliar.

Paket bantuan yang diusulkan berupa: pupuk organik, pupuk NPK, pestisida dan alat pertanian (berupa gunting pangkas dan gergaji pangkas). Untuk petani perkebunan yang mengalami kerusakan total / puso diusulkan mendapat bantuan: pupuk organik, bibit naungan, bibit cengkeh, bibit kelapa dalam, bibit kopi robusta dan alat pertanian (berupa cangkul, skop, chainshaw).