Dibutuhkan 25 Miliar Untuk Kebun Raya Mangrove

Helina Harsono Nyoto (Kiri)

Helina Harsono Nyoto (Kiri)

Surabaya – Setelah dengar pendapat terkait kejelasan status tanah warga yang masuk dalam kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya).

Herlina Harsono Nyoto Ketua Komisi A bidang Pemerintahan (Pem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyampaikan, pembahasan ini tidak terkait perubahan peruntukan.

“Kami hanya membahas pengadaan lahan di Pamurbaya,” kata Herlina. “Artinya Pemerintah Kota (Pemkot) berniat akan membebaskan lahan itu untuk difungsikan sebagai Kebun Raya Mangrove,” tambahnya.

“Yang menjadi problematik selama ini, dapatkah dibebaskan bangunannya, sejauh ini belum dapat dipastikan,” urainya.

Masih kata Herlina, Pemkot Surabaya berupaya konsultasi hingga ke Kementrian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kemen ATR/BPN).

“Dan ada peluang untuk dilakukan pembebasan beserta bangunannya, ini mengacu pada Undang-Undang (UU) nomor 02 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah dan Bangunan,” tuturnya.

Herlina menerangkan, untuk tahun 2018 anggaran pembebasan sekitar Rp (rupiah) 17 miliar. “Tapi ini memungkinkan bisa berubah di perubahan angagran atau di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” jelasnya.

“Kalau untuk kebutuhan Kebun Raya Mangrove dengan luas 30 hektar (Ha), dengan asumsi harga tanah antara Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta, maka estimasi anggaran sekitar Rp 25 miliar,” pungkas Herlina.