Dibelakang Korupsi USU Ada “Orang Kuat”

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Medan, portal nasional – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dalam waktu dekat akan melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen Universitas Sumatera Utara (USU) terkait pembayaran dan pengelolaan uang kuliah dari mahasiswa Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi.

Tindakan yang dilakukan oleh pihak USU dianggap sebagai tindak pidana korupsi. Karena uang kuliah mahasiswa yang sebenarnya dibayarkan melalui BNI dan Bank Mandiri, disetorkan ke rektorat USU dari tahun 2011 hingga  tahun 2014, yang merugikan Negara sekitar Rp6 miliar.

Selain sudah ditetapkan 2 orang sebagai tersangka yang bekerja sebagai staf Penerimaan Keuangan Program Magister Manajemen USU, Kejati Sumut sudah menemukan bukti lain adanya indikasi keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

“Karena mahasiswa masih bisa mengikuti ujian, ini termasuk tindak pidana korupsi. Jika para mahasiswa tidak bisa mengikuti ujian, maka kasus tersebut akan masuk dalam tindak pidana penggelapan,” kata Novan Hadian, Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Kejati Sumut.

Yang menarik dari kasus korupsi pembayaraan uang kuliah di USU, yakni pelaporan ke Kejati Sumut dilakukan oleh biro Rektorat USU, atas perintah rektor USU.

Penetapan adanya tersangka karena memalsukan bukti kwitansi pembayaran uang kuliah, sehingga dengan bukti pembayaran palsu tersebut, mahasiswa yang telah membayarkan uang kuliah tetap bisa mengikuti ujian.

Yang layak ditelusuri ialah jumlah kwitansi yang dikeluarkan USU harus sesuai dengan jumlah arsip kwitansi bukti pembayaran mahasiswa. Dan staf biasanya melakukan tugas sesuai perintah atasan.