Diam Itu Lebih Baik, Lihat Rakyat Marah

saveJakarta – “Jangan membakar-bakar massa, mengajak rakyat, ayo rakyat, kita ini, enggak boleh begitu,” kata Tedjo Edhy Purdijatno Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

“Itu suatu pernyataan sikap yang kekanak-kanakan, berdiri sendiri, kuat dia, dia akan didukung, konstitusi mendukung, bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu,” sindirnya.

Pernyataan tersebut malah memunculakn permasalhan baru. Tidak sedikit yang tersinggung dengan sebutan “Rakyat Yang Tdiak Jelas”.

“Kalau kita dibilang tidak jelas, apa dia itu jelas,” kata Mia. “Bilang secara berani di depan rakyat Indonesia, biar kita tahu, kalau dia membela Kepolisian apa tidak,” tambahnya.

“Seorang pejabat seharusnya tidak malah memperkeruh suasana, yang tengah memanas, jangan siram api dengan bensin,” kata Yadi. “Kalau tidak bisa ngomong lebih baik diam dari pada bernyanyi seperti itu, apa dia sudah liat akibat dari statemennya,” ungkapnya.

Bahkan dipenjuru daerah mengutuk terhadap perilaku yang bukan jiwa seorang pejabat. Fakta dilapangan, akibat rakyat disindir seperti itu, cacian mulai keluar dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di negara lain.