Dewan Usul Terapkan e-Parking Untuk Mall

Area Parkir

Area Parkir

Surabaya – Usulan anggota Komisi B bidang Perekonomian (Eko) Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Surabaya agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menerapkan sistem elektronik Parkir (e-parking) sepertinya harus segera direalisasikan.

Sejumlah pusat perbelanjaan yang terindikasi tidak transparan dalam menyetorkan pajak parkir. “Itu sesuai paparan yang disampaikan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD),” kata Rusli Yusuf Ketua Komisi B.

Masih kata Rusli, mengacu pada keterangan yang disampaikan DPPKD tedapat 10 pusat perbelanjaan yang setoran pajak parkirnya masih jauh dari yang diharapkan.

Untuk Ciputra World, pajak parkir yang disetorkan ke pemerintah kota antara Rp (rupiah) 150 hingga Rp 160 juta. Berdasarkan kalkulasi komisinya, semestinya pajak parkir yang disetorkan jauh lebih besar.

“Potensi parkir mereka sangat luar biasa, kalau hanya segitu ya aneh,” herannya.

Begitu juga untuk pajak milik Pakuwon Group pajak parkir yang diabayarkan setiap bulannya hanya sekitar Rp 320 juta, padahal mereka memiliki 3 mall besar.

Rusli mengingatkan, untuk pajak parkir sebenarnya kewajiban mall hanya menyetorkan kepada Pemkot Surabaya. Mengingat pajak tersebut, menjadi tanggungan pengunjung yang memaki jasa parkir.

Namun Rusli tidak mau berkomentar banyak terkait tingginya kerugian yang dialami akibat tidak sesuainya setoran parkir ke Pemkot Surabaya. “Kita tidak bisa tentukan kerugian Pemkot, tapi yang jelas pajak mereka jauh dari harapan kita,” jelasnya.